Home Berita Walikota Arief Ajak Masyarakat Untuk Kelola Sampah Sendiri

Walikota Arief Ajak Masyarakat Untuk Kelola Sampah Sendiri

0

Biaya Retribusi Pelayanan Sampah di Kota Tangerang menjadi bahan pembicaraan Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah saat menghadiri kegiatan Aksi Lingkungan Hidup yang dibuat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bekerjasama dengan Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) Foundation.

Saat menanyakan kepada peserta tentang biaya retribusi pelayanan sampah yang dipungut oleh Rukun Tetangga (RT) atau Rukum Warga (RW) setempat, Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah sempat kaget.

Dikarenakan salah satu peserta yang tidak diketahui identitasnya menjawab biaya retribusi pelayanan sampah di daerahnya mencapai angka Rp 30 ribu.

Padahal, kata Arief biaya retribusi pelayanan sampah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang Nomor 1 tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Sampah biayanya hanya sebesar Rp 5 ribu, namun di kota Tangerang masih banyak wilayah yang melebihi dari harga tersebut.

“Kalo sesuai Perda hanya Rp 5 ribu aja, coba ditanyain sama RT atau RW nya itu buat apa,” ujar Arief saat menjawab pertanyaan peserta dalam acara yang dibuat untuk memeriahkan HUT Ke-27 Kota Tangerang dan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Banksasuci, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Jumat (21/02/2020).

Walikota mengatakan, biasanya pengelolaan biaya retribusi pelayanan sampah di daerah dipegang oleh RT atau RW. Namun, biaya retribusi pelayana sampah yang diketahui dirinya itu Rp 5 ribu.

“itu hanya untuk pengangkatan sampah dari tempat TPS ke TPA. Nah biasanya itu mereka ngasih bayar ke tukang sampah yang gerobak seperti gajih atau bayarannya termasuk Ijin Pengelolaan Lingkungan (IPL),” terangnya.

Adanya hal tersebut, kata Arief Pemkot berharap masyarakat mengarti bahwa Pemkot Tangerang sudah transparan dalam hal tarif retribusi pelayanan sampah.

“Nanti kita akan buat sistem pembayaran retribusi pelayanan sampah cashless atau non tunai supaya transparan, dan mudah mudahan dengan transparansi yang ada masyarakat juga peduli, ternyata bayar retribusi sampah semakin tinggi,dan mendingan dikelola sendiri,” bebernya.

“Rumahkan bercluster, kalo yang rumahnya dibawah 100 meter tarif retribusinya itu 5 ribu, kalo yang 100 meter hingga 2000 meter itu berapa dan terus meningkat berjenjang,” imbuhnya.

Sementara Dedi Suhada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kota Tangerang membetulkan, bahwa di Kota Tangerang masih ada RT dan RW yang meminta retribusi pelayanan sampah melebihi dari Rp 5 ribu.

“Memang betul adanya dan harganya berfariatif ada yang 20 hingga 40 ribu, namun itu sudah kami telusuri dan kami tanyakan kepada RT atau RW. Jawabannya lebihnya itu disimpan mereka atau dipakai untuk membayar gajih satpam, tukang sampah, atau seperti membuat kegiatan,” terangnya. (Amd)