Home Berita TKSK Sukadiri Ingin Penyaluran BSP Sesuai Harapan KPM

TKSK Sukadiri Ingin Penyaluran BSP Sesuai Harapan KPM

0

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, mengharapkan penyaluran sembako harus sesuai harapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pasalnya, penyaluran sembako tersebut masih ada agen yang tidak sesuai dengan prosedur dan mekanisme berlaku.

Seperti yang dikatakan Koordinator TKSK Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Ahmad Haerun, bahwa ada empat agen warung dalam penyaluran sembako masih jauh dari harapan penerima manfaat.

“KPM menerima beras tersebut kualitasnya tidak sesuai, maka KPM wajib menolaknya dan bisa melaporkan langsung ke kami untuk ditindaklanjuti,” ucap Ahmad Haerun, TKSK Kecamatan Sukadiri, Kamis (12/3/2020).

Haerun mengatakan, pihak bank dan dinas terkait harus menertibkan agen-agen warung yang dalam penyalurannya sembako dengan kwalitas yang tidak baik.

“Karena dengan kwalitas yang tidak bagus kasihan juga dengan penerima manpaat, artinya apa yang diharapkan oleh kemensos agar penerima manpaat ini gizinya bertambah dan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sukadiri Yandri Permana mengatakan, dengan adanya bantuan sembako yang dananya digelontorkan oleh Kemensos sebesar Ro 200.000/KPM tahun 2020 ini, sudah jelas komoditas yang harus dipenuhi sesuai dengan peraturan, yaitu, beras, daging atau ayam, telur atau ikan, kacang-kacang/tempe atau tahu, sayur-sayuran atau buah-buahan.

“Komoditas ini yang harus dipenuhi untuk memenuhi kebutuhan nilai gizi karbohidrat, protein nabati dan hewani dan vitamin. Oleh karena kami sangat berharap para agen dapat menyediakan sembako tersebut sesuai ketentuan yang berlaku dan menjaga kualitas serta kuantitas,” terangnya.

Yandri mengingatkan, harus diingat bahwa penyediaan sembako ini tidak murni bisnis, ini adalah program bantuan sosial jadi jangan disamakan dengan bisnis yang orientasinya untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kadinsos Tangkab (Tangerang Kabupaten), bahwa dalam waktu dekat akan mengadakan rakor tingkat kecamatan, mengundang semua kades dan pendamping, TKSK serta agen-agen atau e warung di Kecamatan Sukadiri untuk memberikan pemahaman dan mengevaluasi penyaluran bantuan sembako ini. Apabila kedepan masih ada agen atau e-warung di Sukadiri yang “Nakal” maka akan kami laporkan ke BRI agar ijin atau kerjasama e-warungnya dicabut,” tegasnya. (Sam)