Home Berita WH Dapat Buku menangkal Virus Corona dari Mendagri

WH Dapat Buku menangkal Virus Corona dari Mendagri

0

Serang, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. Drs. H. Tito Karnavian gelar diskusi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten bersama Gubernur Banten Wahidin Halim, Serta, Kapolda Banten, Danrem serta Kepala daerah Tangerang, terkait pencegahan Covid-19 di Pendopo Gubernur, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang.

Tito mengatakan Mendagri, merasa berkepentingan untuk datang ke Banten, dengan jumlah penduduk Banten cukup besar mencapai 11 juta penduduk di Banten, penyebaran virus terkonsentrasi terutama di daerah Tangerang yang berdekatan dengan ibukota Jakarta.

“Kami tahu bahwa di Jakarta dan Tangerang dan di daerah lain di Banten, juga ada yang positif Covid-19, oleh karena itu kami berdiskusi, saya mendapat masukan dari Bapak Gubernur tentang situasi Covid-19 di provinsi Banten,” kata Tito.

Tito memberikan apreasiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, karena telah melakukan langkah-langkah upaya pencegahan Covid-19, dengan mensosialisasikan terhadap masyarakat tentang sosial distancing (menjaga jarak), kemudian edukasi peningkatan daya tahan tubuh, serta mitigasi terhadap masyarakat yang terpapar virus Covid-19.

“Saya mengapresiasi sejumlah langkah-langkah yg telah dilakukan oleh provinsi maupun kabupaten kota, diantaranya melakukan edukasi terhadap masyarakat tentang sosial distance (menjaga jarak), supaya tidak terjadi penularan, tentang pentingnya meningkatkan daya tahan tubuh dengan berbagai cara olahraga asupan vitamin dan lain, kemudian juga langkah langkah mitigasi yg sudah dilakukan terhadap mereka yg terpapar Covid-19 termasuk mitigasi terhadap korban,” Ujar Tito.

Kemudian Tito mengatakan telah memberikan masukan kepada Pemprov Banten tentang upaya yang perlu dilakukan kedepan. Ia menilai, di Indonesia virus Corona memasuki fase penularan, dan berdasarkan data yang ada di beberapa negara, secara umum berdasarkan grafik expondential dapat mengalami peningkatan dengan cepat, untuk itu perlu ada upaya Pemprov Banten dalam melakukan pencegahan.

“Yang pertama melakukan edukasi kepada masyarakat secara masiv, tapi tidak membuat panik, tentang apa itu covid 19, bagaimana sistem penularannya,” kata Tito.

Kemudian berdasarkan karakteristik virus Covid-19 sudah dilakukan penelitian oleh Pemerintah China dan hasil penelitian yang dilakukan telah dijadikan buku.

“saya tadi sudah menyerahkan bukunya kepada Gubernur untuk dijadikan bahan masukan untuk membuat kebijakan,” kata Tito.

Tito juga menyampaikan, perlu langkah-langkah untuk membuat kebijakan sosial distancing (menjaga jarak), termasuk kegiatan kerumunan, sebaiknya tidak dilakukan, karna itu bisa menjadi media penularan dari satu ke yang lain nya, baik dalam kegiatan kewisataaan yang ramai, keagamaan, olahraga, seni. Kalau pun ada yang melakukan kegiatan tetap ada mekanisme sosial distancing.

“Misalnya tempat menunggu, antrian, kendaraan, dibuat jarak satu setengah meter agar tidak terjadi kontak, penularan, atau dropleg dari percikan cairan tubuh, air ludah dan lain lainnya,” kata Tito.

Selain itu upaya melakukan pencegahan, Pemerintah Pusat Ingin Pemerintah Daerah (Pemda) mengedukasi sampai ke tingkat yang terkecil hingga kekeluarga.

“ini mengerahkan jaringan pemda, provinsi, kabupaten, sampai kecamatan, desa, termasuk juga polda dan korem, sampaikan kontennya kepada masyarakat apa yang harus dilakukan untuk mencegah penularan tanpa membuat masyarakat panik,” kata Tito.

Kemudian Tito menegaskan upaya untuk melakukan mitigasi Pemprov Banten dapat mempersiapkan sarana prasarana termasuk rumah sakit, Laboratorium, dan lain lain, agar masyarakat dapat melaksanakan pemeriksaan serta perawatan bagi yang teridentifikasi positif, dan melakukan mitigasi bila terjadi keadaan kontigensi. Artinya bila terjadi peningkatan jumlah yang terpapar meskipun ada mekanisme penyembuhan tersendiri (self sealing) dengan daya tahan tubuh, maka Pemprov Banten menyediakan kapasitas sistem kesehatan, jangan sampai kapasitasnya dibawah dari jumlah pasien yang terpapar.
Untuk diketahui, Presiden RI Joko Widodo, sudah mendedikasikan wisma atlet sebagai tempat perawatan, bila nanti ada yang terpapar.

“ini yang perlu di persiapkan, seperti kerja sama dengan rumah sakit swasta yang terakreditasi, bahkan mungkin tempat tempat yang tidak terpakai seperti Kemayoran, wisma atlet sebagi tempat perawatan, bila nanti ada pasien yang terpapar, mungkin yang positif mungkin yang odp. Nanti ada klasifikasi ditentukan oleh gugus tugas covid maupun Menkes,” kata Tito.

Selain itu Mendagri Tito Karnavian mengatakan, perlu ada langkah langkah sebagai penentu kebijakan, yaitu kesehatan dan dimensi ekonomi, ia beranggapan kekhawatiran masyarakat serta kebijakan menjaga jarak distancing itu dapat berpengaruh dalam dunia usaha dan juga psikologi publik, untuk itu perlu ada upaya menjaga stabilitas ekonomi, serta kesedian sembako di Banten, baik tingkat provinsi, kabupaten, kota, dan kesiapan dari di bulog masing-masing, lalu persesidan yang ada di instansi swasta juga harus di inventarisasi agar cukup. Kemudian yang kedua memperkuat kapasitas sistem kesehatan termasuk obat-obatan, masker, melakukan disinfektan di ruang publik, yang dapat menenangkan publik. Upayakan juga membantu masyarakat yang ekonomi nya rentan, yaitu masyarakat yang masuk dalan kelompok kurang secara ekonomi. Bantuan sembako, bantuan lain yang bermanfaat untuk masyarakat karena mereka yang dapat terdampak secara ekonomis.

Kemudian tentu menghidupkan dunia usaha, Karena Banten ini banyak pabrik yang menjadi menjadi tulang punggung ekonomis Indonesia dan perlu dibantu, baik pengusaha perusahaan besar maupun UMKM termasuk yang mikro.

“Mikro yg paling rentan, supaya tidak terjadi gangguan di dunia usaha, terjadi pengangguran, PHK dll. Itu akan berdampak buruk bagi ekonomi, ini perlu ada dialog dengan pengusaha di Banten dalam tiga tingkatan itu, termasuk UMKM dan mikro. sehiggga mereka masih tetap bisa beraktifitas usahanya, sehingga tetap berjalan,” ujar Tito.

Tito menghimbau, agar masyarakat menghindari kerumunan yang dapat membuat penularan, kegiatan seperti kewisataab seperti dipantai Carita, jangn bertumpuk rame yg berdekatan kalo ada ya beri jarak jangan berdekatan, berikut nya kegiatan olahraga seni dan kegiatan yg blain sedapat mungkin ditunda, karna kalau masyarakat belum paham tentang sistem cara penularan nya , itu bersalaman bertemu , berdekatan , ada yang batuk diam saja malah ketawa ketawa, ini akan menjadi masalah ini akan tertular meskipun yg tertular belum tentu itu mengrah ke fatalitas kematian.

“Prinsipnya kami upayakan membendung, penyebaran, memperkuat daya tahan dan kekebalan tubuh masyarakat masing-masing dengan edukasi dan bantuan-bantuan dan menjaga stabilitas ekonomi tanpa menimbulkan kepanikan publik,” kata Tito, menutup konferensi Pers.