Home Berita Masih Dalam Masa Pemulihan Tsunami, Wisatawan Anyer Turun Lagi Akibat Corona

Masih Dalam Masa Pemulihan Tsunami, Wisatawan Anyer Turun Lagi Akibat Corona

0

Serang, Paska masa pemulihan yang masih dijalani hotel-hotel yang berada di kawasan wisata Anyar, kini dampak penyebaran virus corona mengakibatkan kembali turunnya tingkat hunian hotel. Beberapa hotel memilih tutup sementara dan sebagian hotel mengurangi waktu kerja, hingga merumahkan karyawan, hal tersebut dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19. Salah satu pelaku usaha perhotelan yakni, Aston Anyer Beach Hotel, berlokasi di Desa Karang Suraga, Kecamatan Cinangka dan Pondok Tubagus, di Desa Bandulu, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang.

Marketing Comunication (Marcom) Excecutive, Aston Anyer Beach Hotel, Kiki Desio mengungkapkan, “Tiga bulan paska tsunami itu drop banget, ya terus ada peningkatan setelah tiga bulan, mungkin sudah sampai 65 persen, sekarang menurun bisa dibilang anjlok drastis,” ungkap Kiki, saat dikunjungi di Kantornya, (4/4).

Sementara itu, General Manager Aston Anyer Beach Hotel, Dody Faturahman mengatakan, dimasa pendemi mencegah penyebaran virus Corona, pihaknya menghadirkan penawaran Work in Comfort, bagi para pekerja yang bekerja tanpa datang ke kantor, mengurangi rasa kebosanan bekerja di rumah dengan menikmati pemandangan pantai. Kemudian lanjut Doddy, ia akan memberikan potongan harga hingga 35 persen, sudah termasuk sarapan untuk 2 orang, diskon 20 persen untuk laundry, serta diskon 20 persen untuk produk makanan serta minuman.

Doddy juga mengungkapkan, management yang dipimpin dirinya secara konsisten menerapkan pola higienis yang terukur, baik kepada produk maupun karyawan hotel.

“Seluruh kamar akan mendapatkan daily cleaning service dan disinfectant service, kami memiliki komitmen untuk tetap memberikan pelayanan yang aman dan nyaman.” Ujar Doddy Fathurahman.

Sementara itu, Manager Operational Pondok Tubagus, Nur mengungkapkan, Pihaknya lebih memilih menghentikan operasional hotel sementara serta merumahkan karyawannya demi mencegah penyebaran virus corona.

“Kalau tubagus ada 14 karyawan yabg di rumahkan, yang aktif cuma dua. Empat belas orang ini saya cari pekerjaan yang lain, yang dua orang ini karena memang mau tetep dia di sini dengan kondisi gaji masih tanda tanya,” Kata Nur, kepada Wartawan.

Nur berharap, wabah corona di Indonesia khususnya di Kabupaten Serang segera berakhir, “Semoga saja cepat ketemu obatnya, biar cepat berakhir,” Harap Nur.