Home Berita TPA Cipeucang Longsor,, TRUTH: Pemkot Tangsel Tidak Becus

TPA Cipeucang Longsor,, TRUTH: Pemkot Tangsel Tidak Becus

0

Ambrolnya penyangga tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang, Jl. Kapling Nambo Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan dikritik oleh lembaga TRUTH.

Truth menilai, longsor tersebut hampir menutupi semua bibir kali Cisadane setinggi kurang lebih sekitar 3 meter. Kejadian itu disebabkan akibat robohnya sheet pile (dinding beton) yang membatasi pinggir TPA Cipeucang itu sendiri dengan bibir kali cisadane.

“Ini lagi-lagi menunjukkan ketidak becusan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mengelolah sampahnya. Masalah dan Keluhan warga tentang TPA Cipeucang ini sudah terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu, mulai dari bau yang terdampak pada warga sekitar, dan pencemaran lingkungan lainnya seperti kali cisadane,” ungkap Koordinator Truth Aco Ardiansyah kepada tangseloke.com (22/5/2020)

Ia juga menyoroti penggunaan APBD senilai 21 Miliar pada tahun 2019 yang di perkirakan untuk pembangunan TPA Cipeucang tersebut.

“Robohnya sheet pile (dinding beton) yang membatasi TPA cipeucang ini menimbulkan tanda tanya tersendiri, pasalnya, ditahun 2019 Pemerintah Kota Tangsel telah menganggarkan pembangunan Sheet pile TPA Cipeucang sebesar 21 Miliar, yang proyek pembangunannya telah dimenangkan oleh PT. RP,” tambahnya

Tidak hanya itu, penganggarannya juga dilakukan pada pengawasan pembangunan sheet pile TPA Cipeucang sebesar 551 juta. Artinya kurang lebih 21,5 miliar telah dianggarkan pemerintah Kota Tangsel untuk pembangunan tersebut, namun belum genap setahun, dinding beton yang diduga baru dibangun setahun yang lalu sudah roboh.

“Ini sekali lagi menunjukkan ketidak becusan dan ketidak mampuan pemerintah Kota Tangsel untuk mengelola sampah dan TPA Cipeucang yang dimilikinya,” tegasnya

Lebih lanjut, ia juga mendesak pihak yang berwenang, juga harus melakukan pemeriksaan atas kejadian jebolnya TPA Cipeucang.

“Oleh karenanya, pihak yang berwenang mesti melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas kejadian ini. Dan pemerintah Kota Tangsel, dalam hal ini walikota airin rachmi diany dan seluruh jajaran dibawahnya yang berwenang harus bertanggungjawab atas kejadian ini,” tandasnya. (Red)