Tolak Palang Otomatis, Warga Paninggilan Blokade Perumahan Mahkota Simprug

By
2 Min Read

Warga Gang H Djum 1, Kelurahan Paninggilan, Keamanan Ciledug menolak adanya penutupan palang otomatis yang akan diterapkan di Perumahan Mahkota Simprug. Pasalnya pembuatan palang otomatis di perumahan ini dianggap dapat menutup akses warga.

Bermodalkan kain berukuran besar dengan sebuah pesan, warga medatangi pengelola perumahan tersebut. Mereka meminta agar palang otomatis ke perumahan tersebut tidak diadakan.

“Otomatis kalau ada plang warga harus muter ke Puri Beta dulu. Apalagi lumayan jauh ya,” kata Lihin salah seorang warga Peninggalan saat dihubungi, Senin (14/9/2020).

Dia mengaku tidak sedikit warga yang beraktivitas melalui akses tersebut. Terlebih lagi akses itu sudah cukup lama menjadi penyambung antara wilayah Ciledug dengan Larangan.

“Ya kalau jalan lain ada. Tapi muter, kami si berharap warga bisa melintas seperti biasa,” kata dia.

Namun menurut Lihin, setelah menemui pihak pengembang dan juga kelurahan akhirnya menemui solusi.

“Jadi warga tetap bisa lewat. Hanya saja kita ga tahu kedepannya gimana nanti,” tukasnya.

Sementara itu Kasie Tramtib Kecamatan Ciledug Syahrie mengaku permasalahan ini hanya salah paham.

“Hanya miskomunikasi saja itu. Jadi warga mengira kalau ada plang otomatis nanti tidak bisa melintas lagi,” kata dia.

Padahal, menurut Syahrie, warga tetap dapat melintas seperti biasanya. Hanya saja, nantinya warga sekitar akan diberikan kartu pengenal.

“Ini kan hanya untuk keamanan di perumahan itu. Jadi ya wajar, terkecuali nantinya warga tidak boleh melintas,” ucapnya.

Syahrie mengaku permasalahan ini sudah selesai pagi ini. Dia memastikan sudah tidak ada spanduk penolakan di lokasi sekitar.

“Sudah kita copot tadi bersama dengan lurah dan Kanit Intel Polsek Ciledug,” tukasnya. (bal)

Share This Article