Home Berita Setelah Digrebek, Pemilik Hiburan Malam Ini Malah Laporkan Balik Polisi ke Mabes...

Setelah Digrebek, Pemilik Hiburan Malam Ini Malah Laporkan Balik Polisi ke Mabes Polri

0

Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua dilaporkan ke pihak Propam Mabes Polri oleh pemilik usaha hiburan malam MEC, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang.

Hal itu diduga karena terlapor melakukan tindakan tidak menyenangkan saat menertibkan lokasi hiburan malam di masa PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Tindakan tidak menyenangkan itu, oleh pelapor disebut, pihak terlapor masuk ke dalam lokasi sembahyang yang ada di tempat hiburan malam tersebut. Bahkan, tindakannya itu pun terekam dalam kamera pengawas atau CCTV dan tersebar di media sosial.

IGA, pemilik hiburan malam tersebut membenarkan informasi yang beredar, dimana dia melaporkan oknum petugas kepolisian ke Mabes Polri pada tanggal 5 Januari 2021, atas perbuatan tidak menyenangkan.

“Betul, saya melaporkan yang bersangkutan, karena melakukan tindakan tidak menyenangkan dengan arogansi dan terkait penghinaan agama,” katanya, Sabtu (16/01/2021)

Berawal saat dirinya bersama 13 karyawannya berkumpul, lanjut IGA, di tempat hiburan malam tersebut, yakni MEC pada 31 Desember 2020 atau malam tahun baru.

“Kita habis makan bersama diluar. Memang lokasi usaha saya tidak buka, dari luar pun ditutup, karena memang tidak terima tamu, kami cuma makan-makan sama karyawan, itu pun ditempat lain sebagai tanda terima kasih mau bertahan bekerja di tempat saya meskipun kondisinya masih belum diizinkan beroperasi karena pandemi Covid-19. Kami juga berencana mengadakan doa bersama dimalam pergantian tahun dengan harapan kedepannya usaha kami bisa kembali normal,” jelasnya.

Namun, tidak berselang lama, petugas gabungan dari pihak kepolisian, TNI dan pemerintah daerah, melakukan penggerebekkan pada lokasi tersebut.

“Gak lama digerebek, disana kita jelasin kalau kita gak buka atau terima tamu, tapi petugas tidak mau mendengarkan, akhirnya kami semua dikumpulkan disatu titik dan semua petugas masuk ke dalam memeriksa ruangan,” ujarnya.

IG menjelaskan, saat itu dia kooperatif dengan petugas, dimana dia menunjukkan jika ruangan yang ada ditempat tersebut kosong. Namun, memang didapati satu ruangan yang tidak diperkenankan untuk dibuka.

“Saya bukain semuanya, tapi memang ada satu ruangan yang sengaja tidak dibuka, karena saya umat Hindu, itu lokasi saya pakai untuk meditasi dan sembahyang. Pas saat itu lah, polisi ini maksa buka, padahal saya bilang itu tempat ibadah saya,” ungkapnya.

Hingga akhirnya, untuk meredam suasana, pihaknya memilih untuk membuka ruang meditasi atau sembahyang tersebut. Sebelum dibuka. Namun, saat pintu dibuka, tiga orang petugas masuk ke dalam dengan menggunakan sepatu yang pada saat itu kotor karena lumpur.

“Pas sebelum pintu dibuka, udah bilang beberapa kali kalau ini tempat sembahyang, ternyata pas dibukain, polisi ini malah masuk ke dalam ruangan sembahyang saya pakai sepatu. Jujur saya sedih, karena di agama kami, itu tempat suci dan tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam, apa lagi memakai alas kaki,” jelasnya.

Adanya hal itu, dirinya pun langsung berkoodinasi dengan forum masyarakat beragama. Dimana, disepakati bila harus dilakukan pelaporan.

“Saya tidak masalah mereka masuk ke dalam periksa, tapi jangan masuk ke lokasi ibadah dengan seperti itu, makanya saya langsung koordinasi dengan forum masyarakat umat,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Kelapa Dua, Ajun Komisaris Muharram Wibisono membenarkan masuk ke ruangan tersebut saat melakukan pengecekan di MEC, Kamis (31/12/2020) malam.

“Tentunya kami melakukan pemeriksaan keseluruh ruangan yang ada di tempat tersebut,” tandasnya. (Ais)