Home Bandara Hasil Rapid Antigen Keluar Sebelum Dites di Bandara Soetta, Ini Penjelasan Farmalab

Hasil Rapid Antigen Keluar Sebelum Dites di Bandara Soetta, Ini Penjelasan Farmalab

0

Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan adanya dugaan pelanggaran petugas tes Covid-19 di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta).

Di mana, ada calon penumpang pesawat memperoleh surat keterangan bebas Covid-19 (Negatif) sebelum dilakukan swab.

Pengalaman calon penumpang tersebut diabadikan dalam sebuah video dan diunggah ke media sosial.

Videonya pun beredar luas di media sosial dan dipost ulang berkali-kali oleh akun berfollowers jutaan warga net itu, mendapat perhatian dan kecaman.

Pasalnya, dua wanita tersebut mengaku baru dimintai identitas kemudian membayar sesuai tarif test. Tak lama kemudian, hasil swab antigennya keluar.

Padahal, wanita tersebut mengaku belum diswab sama sekali oleh petugas yang berada di lokasi kejadian.

Menanggapi hal ini, Farmalab selaku penyedia jasa laboratorium tes Swab Antigen, Rapid Test dan PCR test di Bandara Soetta, membenarkan kejadian itu.

“Setelah dilakukan penelusuran secara internal dan investigasi di lapangan, kejadian dimaksud benar terjadi di lokasi layanan Farmalab drive thru Bandar Udara SoekarnoHatta,” kata Syafina Amorita, Media Relation Farmalab dalam keterangan resmi yang diterima awak media, Sabtu (30/1/2021).

Syafina menegaskan, kejadian tersebut tidak ada motif kesengajaan, melainkan murni kelalaian dan keteledoran dari petugas. Ia pun memastikan, bila kejadian yang kemudian viral tersebut baru pertama kali terjadi.

Disaat itu pula setelah adanya komunikasi, calon penumpang tersebut langsung dilakukan pemeriksaan Covid-19 dan dilampirkan hasil test yang sesuai.

Terhadap petugas yang disebut lalai tersebut, Farmalab langsung memberi sanksi tegas.

“Atas kelalaian dan keteledoran dimaksud, perusahaan telah menindak Petugas sesuai aturan yang berlaku di Perusahaan,” ujar Syafina.

Kedepan, untuk menghindari kejadian serupa terulang, Farmalab akan lebih memperketat standar operasi prosedur (SOP) pelayanan. Salah satunya dengan memasukkan proses validasi digital dalam setiap kegiatan operasionalnya.

Farmalab pun meminta maaf atas kejadian tersebut.

“Perusahaan secara resmi meminta maaf dan mengapresiasi tindakan dengan tujuan baik tersebut untuk lebih meningkatkan layanan Farmalab kedepannya,” tukasnya. (Rmt)