Home Bandara Akbar ‘Ajudan Pribadi’ Beri Uang Kepada Pencuri HP Miliknya di Bandara Soetta

Akbar ‘Ajudan Pribadi’ Beri Uang Kepada Pencuri HP Miliknya di Bandara Soetta

0

Kebesaran hati Akbar Peta Baharudin sang ‘Ajudan Pribadi’ ini patut dicontoh. Bagaimana tidak, selebgram dengan sejuta pengikut itu memaafkan orang yang telah mengambil handphone (HP) miliknya yang tertinggal di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) belum lama ini.

Bahkan, pria yang kerap melontarkan kalimat nyeleneh ini juga memberikan sejumlah uang kepada tersangka. Ialah S (49) seorang wanita yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga.

Sang ‘Ajudan Pribadi’ memberikan sejumlah uang kepada tersangka S setelah mencabut laporan Kepolisian atas kasus kehilangan handphone tersebut.

“Saya meminta kepada Polisi supaya kasus ini tidak dilanjut. Sudah saya maafkan. Saya juga memberikan sedikit rezeki untuk membantu pelaku untuk membeli handphone,” ujar Akbar di Mapolresta Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (24/2/2021).

Untuk diketahui, S (49) ditetapkan sebagai tersangka kasus pencurian dan ditahan di Mapolresta Bandara Soetta. Dia ditahan bersama anak laki-lakinya berinisal MP.

Setelah dipertemukan dengan korban dan dilakukan gelar perkara, kedua tersangka kemudian dibebaskan. Kasus ini tidak dilanjutkan karena korban memaafkan pelaku dan mencabut laporannya.

“Keduanya kita tangkap dan amankan. Prosesnya kita tetapkan tersangka dan sudah kita tetapkan pasal sangkaan. Kemudian kita informasikan kepada korban bahwa laporan korban berhasil diungkap,” kata Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra.

Selanjutnya, korban dan kedua tersangka dipertemukan di Mapolres Bandara Soetta. Dari hasil pertemuan tersebut, si Ajudan Pribadi merasa iba dengan tersangka dan mencabut laporannya.

Terlebih lagi, pelaku merupakan seorang janda dan mengidap penyakit kanker getah bening. Kedua tersangka kemudian dibebaskan dari jerat hukum.

Kasus ini dihentikan dengan mengedepankan restorative justice (keadilan restoratif). Artinya, perkara tindak pidana tidak dilanjutkan ketahapan selanjutnya dan diselesaikan dengan melibatkan pelaku dan korban serta pihak terkait karena pertimbangan dan alasan tertentu. (Rmt)