Home Bandara Final Day Run in the Sky 2021 di Terminal 3 Bandara Soetta

Final Day Run in the Sky 2021 di Terminal 3 Bandara Soetta

0

Di masa Pandemi Covid-19 ini kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang dibatasi. Termasuk event olahraga yang dilakukan di waktu dan tempat secara bersamaan.

Namun demikian, PT Angkasa Pura Solusi Integra (APSI) memiliki cara tersendiri untuk menggelar event olahraga yang menarik namun tetap sesuai dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat demi menjaga kenyamanan dan keselamatan peserta dan pengunjung acara tersebut.

Hal ini terlihat pada event final day Run in The Sky 2021. Kompetisi sepeda dan lari yang diselenggarakan pada Sabtu (10/4) di Smmile Center Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak terlihat adanya kerumunan meskipun event ini diikuti lebih dari lima ratus peserta.

Sebab, sebelumnya atau pada Februari-Maret 2021 lalu telah dilakukan perlombaan secara virtual terlebih dahulu, dimana peserta dapat berkompetisi di tempat mereka masing-masing dengan menggunakan aplikasi favorit

“Kita ambil tema Run In The Sky, dimana lomba ini kita lakukan dengan menggabungkan antara aktivitas olahraga Offline dan online,” ujar Chief Executive Officer PT Angkasa Pura Solusi Integra, Febri Toga Simatupang.

Dalam final day Run in The Sky ini diselenggarakan lomba lari maraton dan sepeda menggunakan perlatan khusus dan aplikasi. Para peserta dapat merasakan sensasi bersepeda dan lari maraton tanpa harus melanggar protokol kesehatan dengan berkerumun.

“Pada awalnya ada 500 peserta yang ikut, lalu setelah proses seleksi didapatkan 40 peserta yang mengikuti final, kita lakukan secara offline di Bandara Soekarno-Hatta,” kata Febri.

Dalam final day ini, penyelenggara menggunakan perlatan khusus bersepeda yang mirip seperti aslinya, dimana sepeda diletakkan di atas dudukan sementara pedal sepeda dipasang alat sensor yang terhubung dengan aplikasi Zwift yang ada di komputer.

Peserta dapat melihat kecepatan bersepeda secara realtime di komputer yang telah terpasang. Disamping peserta juga terdapat petugas yang mengawasi dan memandu peserta untuk dapat menggunakan aplikasi tersebut.

Febri menuturkan, terdapat empat kategori diperlombakan yaitu dua kategori lari maraton 21Km dan 42Km dan dua kategori merupakan perlombaan sepeda Fun Bike dan Pro Bike.

“Jadi kita buat semirip mungkin dengan aslinya, karena peserta yang mengikuti lomba ini memang peserta yang biasa mengikuti lomba lari maraton dan sepeda,” tuturnya.

Salah satu peserta, Fransisca mengatakan, adanya perlombaan ini mengobati rindunya terhadap lomba lari maraton sebelum pandemi.

“Saya sebelumnya olahraga menembak, karate, berenang, dan lari tapi selama pandemi semuanya off makanya saya teruskan yang lain, salah satunya ya mengikuti lomba virtual lari ini,” kata wanita pelari maraton profesional yang tergabung dalam komunitas lari di Bandung itu.

Fransisca yang mengikuti lomba lari maraton dalam kategori 42Km ini menyebut selama pandemi, dirinya yang terbiasa olahraga di luar ruangan menjadi kesulitan.

“Yang membedakan, virtual sama offline bedanya soal ramai-ramai sama engga, kalau offline itu larinya bersama-sama sehingga ada rasa kompetisinya, kalau virtual ini baru terasa kompetisinya ketika ya digabung sama offline meski bentuknya beda,” ucapnya.

Dalam perlombaan ini, peserta yang menjadi juara akan mendapatkan uang tunai masing masing Rp 1,500,000 untuk juara satu, Rp 1,250,000 untuk juara dua dan Rp 1,000,000 untuk juara ketiga. (Rmt)