Home Berita Buntut Intimidasi Kadis Dispora Kepada Wartawan, Walikota Tangsel Diminta Diberikan Sanksi Tegas

Buntut Intimidasi Kadis Dispora Kepada Wartawan, Walikota Tangsel Diminta Diberikan Sanksi Tegas

0

Buntut intimidasi yang di lakukan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan yakni E. Wiwi Martawijaya kepada salah satu wartawan online di Tangsel berbuntut panjang.

Beberapa organisasi profesi wartawan memberikan pernyataan sikap dan seruan aksi solidaritas menolak tindakan yang di nilai arogan.

Salah satunya, Ikatan Wartawan Online (IWO) Tangerang Raya mengecam arogansi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel yang mengintimidasi secara fisik salah satu wartawan online di depan Kantor Kejari, Selasa 22 Juni 2021.

Untuk kesekian kalinya, perbuatan amoral tersebut di nilai menciderai kerja dan tugas jurnalistik di lapangan. Apalagi dilakukan seorang kepala dinas.

“Hal ini tak bisa kita diamkan, ancaman dan kekerasan fisik terhadap wartawan adalah teror dan mimpi buruk untuk semua wartawan. Jika dibiarkan, besok atau lusa tindakan serupa bakal kita alami satu-persatu,”ungkap Hasan, Ketua IWO Tangerang Raya (23/6/2021)

Menanggapi itu, IWO Tangerang Raya menyatakan sikap diantaranya,

1. Meminta Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan tak ragu mengusut intimidasi dan kekerasan yang telah dilaporkan dengan LP : /B/744/VI/2021/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA.

2. Mendesak Wali Kota Benyamin Davnie dan jajaran mengevaluasi serta memberi sanksi keras atas perbuatan amoral Kepala Dispora terhadap wartawan saat meliput.

3. Mengajak seluruh wartawan dari berbagai organisasi bersatu dan berkumpul menggelar aksi solidaritas dengan ikat kepala hitam sebagai simbol berkabung pada hari Rabu 23 Juni 2021, Pukul 14.30 WIB, di halaman Balai Kota Tangsel.

Hasan juga berpesan, untuk insan pers yang ikut terpanggil di harapkan tetap menjaga prokes dalam menyuarakan aspirasinya di balai kota Tangsel.

“Karena di masa pandemi, kami ingatkan betul agar kawan-kawan mematuhi soal jarak, masker, dan prokes lainnya, semoga kawan-kawan rela meluangkan waktu guna menunjukkan soliditas bersama demi mencegah kekerasan terjadi di masa depan,” ujarnya

Ia juga mengutip quote dari filsuf ternama Tan Malaka yang konsisten mengkritik pemerintahan era presiden pertama Ir. Soekarno yang rela semasa hidupnya untuk tidak menikah.

“Siapa yang menghendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan dirinya sendiri,”(rls/red)