Home Bandara Hasil Swab Antigen Kembali Berlaku Bagi Penumpang dari Bandara Soetta

Hasil Swab Antigen Kembali Berlaku Bagi Penumpang dari Bandara Soetta

0
Foto: Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soetta PT Angkasa Pura II, M Holik Muardi. (tangerangonline.id)

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mengimplementasikan Surat Edaran (SE) Kemenhub Nomor 62 Tahun 2021 tentang Petunjuk Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19.

Dimana, dalam SE tersebut diatur persyaratan terbaru untuk penumpang pesawat dengan rute antar Pulau Jawa dan Bali.

Misalnya, penumpang rute Jakarta – Surabaya atau rute Bali – Jakarta dapat menggunakan hasil negatif Swab Antigen sebagai persyaratan penerbangan dengan catatan telah memiliki vaksin dosis lengkap (dosis 1 dan 2).

Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soetta PT Angkasa Pura II, M Holik Muardi mengatakan bahwa pihaknya telah memberlakukan SE Kemenhub Nomor 62 Tahun 2021 bagi penumpang penerbangan antar Pulau Jawa dan Bali sejak tanggal 11 Agustus 2021.

“Sejak tanggal tersebut, kita sudah menerapkan atau mengimplementasikan SE nomor 62 Kemenhub. Dimana, untuk penerbangan di Pulau Jawa dan Bali atau antar Bandara di Pulau Jawa dan Bali, saat ini
bisa menggunakan hasil negatif Swab Antigen dengan catatan telah menerima vaksin dosis lengkap,” kata Holik saat dijumpai tangerangonline.id di Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (12/8/2021).

Sementara, bagi calon penumpang penerbangan rute di dalam Pulau Jawa dan Bali yang baru divaksin dosis pertama tetap harus memiliki hasil negatif PCR Test yang sampelnya diambil maksimal 24 jam sebelum keberangkatan.

Holik menjelaskan, keterangan bebas Covid-19 dengen metode Swab Antigen tidak berlaku bagi penumpang penerbangan rute dari atau ke Pulau Jawa dan Bali. Artinya penumpang penerbangan dari pulau Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua ke pulau Jawa & Bali maupun sebaliknya wajib memiliki hasil negatif Covid-19 metode RT-PCR.

“Sedangkan untuk penerbangan dari luar pulau Jawa dan Bali artinya dari dan ke luar Jawa dan Bali masih menggunakan hasil PCR negatif yang hasilnya diambil H-2 dan telah divaksin minimal dosis pertama,” jelas Holik.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain persyaratan bebas Covid-19 metode Swab Antigen atau PCR Test, penumpang juga wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi dan mengisi e-HAC di dalam aplikasi PeduliLindungi tersebut.

“Selain persyaratan tersebut juga, penumpang tentunya harus mempunyai aplikasi PeduliLindungi yang harus dimiliki penumpang itu sendiri untuk melakukan registrasi/validasi sebelum melakukan keberangkatan,” pungkas Holik.

Berikut perubahan peraturan yang tertuang dalam SE Nomor 62 Tahun 2021 tentang Petunjuk Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19.

1. Pelaku perjalanan dengan transportasi udara dari dan ke Jawa dan Bali serta daerah dengan Kategori PPKM Level 4, 3, dokumen kesehatannya adalah kartu vaksin minimal dosis pertama dan negatif tes RT-PCR 2×24 jam sebelum keberangkatan.

2. Untuk antar Kota atau antar Kabupaten di dalam wilayah Jawa dan Bali dokumen kesehatannya kartu Vaksin minimal dosis pertama dan negatif tes RT – PCR 2×24 jam atau kartu vaksin dosis kedua dan negatif Rapid Test Antigen 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. (Rmt)