Home Berita Pinkan Gelar Lomba Musik Kolintang Secara Virtual Untuk Gencarkan Kolintang Goes to...

Pinkan Gelar Lomba Musik Kolintang Secara Virtual Untuk Gencarkan Kolintang Goes to Unesco

0

Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) menggelar lomba virtual lagu nasional musik kolintang bekerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta.

Pagelaran secara virtual ini digelar dalam suasana pandemi Covid 19 dan memasuki suasana peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76.

“Tentu semangat dalam memperingati dan memaknai hari bersejarah bagi kedaulatan bangsa dan negara Indonesa tercinta ini, terus bergelora di setiap hati sanubari anak bangsa, untuk senantiasa tangguh dan tumbuh membangun negeri meski dalam suasana keprihatinan pandemi,” ujar Ketua Umum DPP Pinkan Indonesia, Penny Iriana Marsetio, di Gedung RRI Jakarta, Jumat sore, 13 Agustus 2021.

Sebagai penjabaran semangat itu, sambung Penny, sekaligus menyesuaikan tema peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun 2021 ke- 76 Tahun, Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”, maka RRI Jakarta bersama Persatuan Insan Kolintang Nasional Indonesia (PINKAN Indonesia) menggelar Lomba Lagu Nasional diiringi Musik Kolintang dengan tema “Semangat Tangguh dan Tumbuh Untuk Indoneisa”.

Ia menjelaskan PINKAN Indonesia dan RRI sudah beberapa kali menyelenggarakan kegiatan bersama antara lain seminar tentang musik kolintang, obrolan budaya dan wawancara khusus dengan Ketua Umum PINKAN Indonesia yang kemudian dijadikan salah satu program rutin acara RRI Jakarta.

Menurutnya, kegiatan Lomba Lagu Nasional dengan Musik Kolintang tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat para pelatih dan pegiat musik kolintang untuk terus berkarya dan berinovasi ditengah terpaan pandemi Covid 19 ini.

Selain itu, kata dia, PINKAN Indonesia mendorong para insan kolintang untuk tetap menggaungkan dan menggelorakan musik kolintang sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia yang layak dimasukkan dan dicatat di United Nation Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) untuk menjadi warisan budaya tak benda dunia.

“Hal ini bersinergi dengan misi RRI dalam memberikan hiburan sehat yang mencerdaskan dan memperkuat kebhinekaan melalui siaran budaya yang mencerminkan identitas bangsa,” ucapnya.

Disamping itu kata Penny, ajang ini juga diharapkan dapat memberikan edukasi atau pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dalam menggelorakan semangat Nasionalisme dan Patriotisme yakni cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, pantang menyerah dan bangga terhadap seni budaya daerah dalam hal ini musik Kolintang sebagai musik asli Nusantara melalui lagu-lagu Nasional.

“Mengingat situasi pandemi masih berlangsung maka penyelenggaraan lomba dilaksanakan secara virtual, sehingga peserta dari berbagai daerah, bisa mengirimkan karya audio video penampilan membawakan Lagu Nasional yang diiringi kolintang ke panitia, dan akan dinilai oleh Tim Juri,” bebernya.

“Antusiasme anak-anak milenial sangat tinggi sekali dalam berkolaborasi dan bila pendaftaran tidak kami tutup maka jumlah nya akan semakin banyak,” ungkap Penny.

Ia menjelaskan, tujuan Pinkan adalah melestarikan budaya kolintang goes to unesco.

“Karena itu kegiatan ini akan terus kami lakukan kedepan,” tambahnya.

Tim Juri terdri dari para musisi dan professional dibidangnya yang akan menilai dari sisi aransemen dan harmonisasi musik kolintang, dari sisi olah vocal lagu peserta dan dari sisi penampilan kostum atau busana peserta, sesuai semangat peringatan Hari Kemerdekaan RI. Para juri adalah Dwiki Dharmawan, Franki Raden, Etwin Ramadhan dan Kolonel (P) Etwin dari Korps Siswa TNI AL.

Rangkaian lomba ini dimulai sejak awal Agustus 2021 yaitu dengan pembuatan video yang hasilnya dikirimkan ke email panitia dan kemudian dinilai oleh tim juri. Ada 40 grup yang mengirimkan video mereka dengan membawakan lagu-lagu nusantara yang diiringi musik kolintang.

Dari sekian banyak yang mengirimkan video, tim juri memutuskan hasil seleksi yang masuk nominasi sebanyak 15 grup yang nilainya tertinggi untuk ditayangkan dichanel Radio Visual RRI.Net pada acara grand final.

Dari 15 grup tersebut akan dinilai kembali untuk dipilih dan ditetapkan sebagai juara 1, 2, dan 3 dan juara harapan serta akan dipilih grup terunik.

Grup yang menjadi juara dan grup terunik akan diberikan hadiah berupa sejumlah uang untuk pembinaan dan pelestarian musik kolintang.

Sementara itu, Bupati Minahasa Utara, Joune JE Ganda, (Ketua DPP Pinkan Sulut), secara virtual mengaku sangat tersentak dengan ajang yang digelar ini.

“Saya tersentak ditengah hiruk- pikuk Pandemi Covid-19, masih ada usaha untuk melestarikan musik kolintang yang berasal dari Minahasa Utara,” katanya.

Menurutnya, hal Ini menjadi ajang yang tepat dengan pesan-pesab lagu perjuangan yang diiringi musik kolintang.

“Terus maju kedepan untuk menjawab tantangan yang lebih baik, Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh,” tandasnya.

Sementara, Dewan Pembina Pinkan, Laksamana TNI (Purn) Prof Dr Marsetio, menyampaikan, kegiatan lomba virtual ini akan menambah imunitas kita dalam mencintai musik.

“Saya mengapresiasi seluruh panitia Pinkan, dewan juri dan RRI, agar kolintang Indonesia tidak hanya hadir di nusantara tapi juga di seantero dunia untuk Goes to Unesco,” ujar mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) ini dalam pidatonya.

“Dengan musik kita jaga persatuan dari Sabang sampai Merauke dan dari Mianggas sampai Marore,” tambah Marsetio.

Tampil sebagai juara terunik yakni Grup Kolintang Ma’zani 1 (INA) dari daerah Tomohon dengan lagu sepasang mata bola, juara 3 dari Grup Kolintang Whistle Kolins Maumbi dari Minahasa Utara dengan lagu sepasang mata bola, juara 2 dari Grup Kolintang Fire of Flower dari daerah Tomohon dengan lagu Api Kemerdekaan dan juara 1 adalah EXM Tondano dari Minahasa dengan judul lagu Gilang Indonesia.

Hadir secara virtual Dewan Pembina Pinkan Prof Dr Purnomo Yusgiantoro dan Lies Purnomo Yusgiantoro.(MRZ)