Home Bandara Utang Garuda Indonesia Direstrukturisasi, Sekarga Bilang Begini

Utang Garuda Indonesia Direstrukturisasi, Sekarga Bilang Begini

0
foto: Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia (SEKARGA) Tomy Tampatty (kanan). /ist

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terancam bangkrut karena utang yang kian menumpuk. Kondisi keuangan maskapai nasional itu pun disebut sangat mengkhawatirkan.

Pemerintah melalui Kementerian BUMN tengah menempuh restrukturisasi utang dengan kreditur dan perusahaan penyewa pesawat (lessor) untuk menyelamatkan Garuda Indonesia.

Menanggapi hal itu, Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia  (Sekarga) Tomy Tampatty mengatakan bahwa restrukturisasi adalah salah satu cara menyelamatkan Garuda Indonesia dari kepailitan.

“Rencana restrukturisasi utang harus dilakukan. Tapi proposal restrukturisasi harus jelas dan menjalin komunikasi yang baik dengan pihak lessor,” ujar Tomy di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (20/11/2021).

Menurut Tommy, opsi mempailitkan PT Garuda Indonesia dan menggantikannya dengan Pelita Air adalah tidak tepat.,
Pemerintah kata Tomny, harus melihat lebih jauh ke dalam Garuda Indonesia baik entitas bisnis maupun non entitas bisnis.

“Pemerintah harus melihat  Garuda Indonesia dari dua sisi yaitu dari sisi entitas bisnis dan non entitas bisnis. Dari entitas bisnis ada permasalah Covid-19 dan beban masa lalu terkait hutang. Karena yang mengangkat Direksi dan Komisaris adalah Pemerintah maka pemerintah harus ikut bertanggungjawab,” katanya.

“Sedangkan non entitas bisnis yaitu dilihat dari sejarah lahirnya PT Garuda Indonesia dimana ketika Indonesia baru merdeka masyarakat Aceh merelakan hartanya agar Indonesia memiliki pesawat, dan pesawat Garuda dapat digunakan sebagai cadangan militer,” jelas Tomy.

Ia juga meminta agar opsi-opsi kebijakan Kementerian BUMN terhadap PT Garuda Indonesia dapat mempengaruhi mental psikologi karyawan Garuda yang mengakibatkan karyawan tidak nyaman dalam bekerja.

“Apa pun keputusan Pemerintah dalam hal ini Meneg BUMN terhadap PT Garuda Indonesia meskipun  merugikan karyawan, kami menjamin tidak akan melakukan  mogok kerja karyawan di Bandara Soekarno-Hatta yang dapat berdampak terhadap penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta,” tutur Tomy. (Rmt)