Home Berita Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi di Pandeglang dan Lebak

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi di Pandeglang dan Lebak

0

Sejumlah petani di dua kabupaten yaitu Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang keluhkan dengan adanya kelangkaan pupuk subsidi, untuk membudidayakan mengembangkan sektor pertanian petani membutuhkan pupuk yang terjangkau dan kualitas bagus, Senin (13/12/2021).

Petani sayuran maupun petani cabai mengeluh dengan tidak adanya pupuk subsidi di Kios maupun Toko pupuk yang ada di daerahnya, pasalnya kelangkaan pupuk ini sudah dirasakan oleh para petani sejak dua bulan terakhir.

Petani biasa sering menggunakan pupuk subsidi karena dengan harga yang terjangkau untuk budidayakan pertanian sayur mayur maupun cabai, petani sekarang menggunakan pupuk kandang dan pupuk nonsubsidi pupuk urea dengan seharga Rp 125.000 perkarung.

Dede Irawan petani di Lebak mengatakan, sudah empat bulan terakhir mengalami kelangkaan pupuk subsidi selain terjangkau harganya bagus untuk tanaman, untuk penanaman sayuran kita memerlukan pupuk yang bagus dan juga terjangkau bagi petani.

Sukra Ibrahim ketua petani karang sejahtera di Pandeglang mengatakan, ia juga merasakan tidak ada pasokan pupuk subsidi di Toko sudah ada tiga bulan, para petani mengeluh tidak adanya pupuk subsidi tersebut ditambah petani sangat membutuhkan pupuk subsidi.

“Sekarang para petani beralih ke Pupuk organik sekam ayam atau kotoran ayam selain itu juga petani gunakan pupuk urea yang harganya 125.000 perkarungnya,” tuturnya.

“Dengan kelangkaan pupuk subsidi petani mengeluh dengan tidak adanya pupuk subsidi, karena pupuk subsidi murah terjangkau selain itu bagus untuk tanaman,” katanya.

“Selain pupuk nonsubsidi mahal dan pupuk subsidi sudah langka kita sebagai petani keluhkan kelangkaan pupuk subsidi, harga cabai naik selain pupuk mahal dan faktor cuaca buruk juga,” tambahnya.

Sukra berharap, dengan adanya kelangkaan pupuk subsidi ini mungkin pihak terkait bisa membantu dan mengatasi terkait kelangkaan pupuk subsidi tersebut, dan pupuk subsidi segera kembali ada. Petani bisa menggunakan pupuk subsidi kembali,” harapnya. (Dan)