Home Berita Formatur Unjuk Rasa Tuntut Padi Padi Picnic Ditutup Permanen dan Pemiliknya Ditangkap

Formatur Unjuk Rasa Tuntut Padi Padi Picnic Ditutup Permanen dan Pemiliknya Ditangkap

0
Foto: Ratusan warga mengatasnamakan Forum Masyarakat Tangerang Utara (Formatur) berunjuk rasa menuntut tempat usaha Padi Padi Picnic di Desa Kramat Kecamatan Pakuhaji ditutup secara permanen di depan Kantor Bupati Tangerang, Tigaraksa pada Kamis (15/9/2022).

Ratusan warga mengatasnamakan Forum Masyarakat Tangerang Utara (Formatur) berunjuk rasa menuntut tempat usaha Padi Padi Picnic di Desa Kramat Kecamatan Pakuhaji ditutup secara permanen pada Kamis (15/9/2022).

Warga setempat menilai pemilik Padi Padi Picnic sudah membangkang kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang tengah menegakan Peraturan Daerah (Perda).

Aksi tersebut mereka lakukan di dua titik lokasi diantaranya di depan jalan menuju akses Padi Padi Picnic dan Kantor Bupati Tangerang Tigaraksa.

Tampak sejumlah personil aparat gabungan mengamankan jalannya aksi penyampaian aspirasi dimuka umum itu.

Selain berorasi menggunakan mobil komando dan spanduk ragam tuntutan, massa aksi sempat menyegel dengan seng spandek di lahan milik pemerintah menuju akses masuk Padi Padi Picnic.

Hal tersebut merupakan simbolis rakyat yang geram dengan pembangkangan dari sang pemilik dan proses hukum yang sedang berjalan di Polres Metro Tangerang Kota atas kasus perusakan portal dan papan peringatan aset pemerintah daerah.

Diketahui sebelumnya, beberapa pekan lalu pihak kepolisian sudah menetapkan 9 orang tersangka diduga melanggar Pasal 170 dan atau 406 Jo Pasal 55 KUHP.

Koordinator aksi, Said Kosim mengatakan penyegelan dari masyarakat Pakuhaji lantaran pengusaha Padi Padi Picnic tidak ada kontribusi terhadap masyarakat sekitar dan juga terbukti melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Kami berharap pemerintah Kabupaten Tangerang untuk tetap menegakan aturan yang berlaku. Dan kepada kepolisian untuk segera tangkap 9 orang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka,” ujar Said Kosim kepada sejumlah wartawan usai menggelar aksi.

Pihaknya meminta agar persoalan persoalan tersebut tidak berlanjut menjadi liar hingga kasus serupa kelak terkesan dibiarkan.

“Kami minta Polres Metro Tangerang Kota menegakan hukum dalam hal ini kasus perusakan portal,” pungkasnya.

Senada dengan Said Kosim, koordinator aksi lainnya, Dulamin Zhigo mengatakan pemilik Padi Padi Picnic tidak layak berusaha di Kabupaten Tangerang karena sudah terbukti membangkang terhadap institusi negara dan peraturan yang berlaku.

“Gak layak Padi Padi Picnic melakukan usahanya di Kabupaten Tangerang. Membangkang ke pemerintah yang jelas merupakan alat atau institusi negara dan juga peraturan yang berlaku,” ujar Zhigo.

Oleh karenanya, Zhigo meminta kepada pemerintah setempat segera membongkar dan menutup secara permanen Padi Padi Picnic hingga di-blacklist di Kabupaten Tangerang.

foto: Perwakilan pengunjuk rasa diterima Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Kami menuntut bongkar lalu tutup secara permanen sampai kalau bisa diblacklist saja itu Padi Padi di Kabupaten Tangerang, sudah jelas tidak koperatif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Soma Atmaja didampingi pejabat dinas teknis lainnya mengucapkan terima kasih kepada massa pengunjuk rasa sebagai bentuk dukungan moril terhadap pemerintah daerah menegakan aturan.

“Warga Pakuhaji dateng kesini (kantor Bupati Tangerang) merupakan energi baru buat kami. Kami percaya suara rakyat adalah suara Tuhan dan suara itu juga dititipkan kepada Pak Bupati mempunyai kewenangan diwilayahnya,” ujar Soma Atmaja saat menerima perwakilan unjuk rasa di ruang Coffe Morning Kantor Bupati Tangerang, Kamis (15/9/2022).

Soma menjelaskan, Pemkab Tangerang akan mempertimbangkan penutupan tempat wisata Padi Padi Picnic. Di mana, saat ini Padi Padi Picnic hanya melakukan proses perizinan wisata, namun untuk proses perizinan persetujuan bangunan gedung (PBG) masih dalam proses, karena bangunan tersebut sudah ada dan wisata Picnic sudah tiga tahun berdiri, tentunya dari bagian Wasdal Dinas Tata Ruang dan Bangunan akan melakukan langkah dengan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Pelaksanaan/Penggunaan Bangunan (SP4B).

“Seperti yang dijelaskan oleh Kabid Wasdal, maka langsung dilakukan eksekusi dengan melayangkan SP4B,” terang Soma. (Rmt)