Perundungan (bullying) merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta akademik peserta didik. Kurangnya pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk perundungan menyebabkan perilaku tersebut sering dianggap sebagai candaan biasa sehingga berpotensi menimbulkan konflik dan ketidaknyamanan dalam proses belajar. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya perundungan serta langkah-langkah pencegahan dan penanggulangannya di SDN Rawa Buntu 1. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyampaian materi interaktif, diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif.
Sekolah merupakan lingkungan yang berperan penting dalam membentuk karakter, kepribadian, serta kemampuan sosial peserta didik. Selain menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, sekolah juga menjadi sarana bagi siswa untuk berinteraksi dan membangun hubungan dengan teman sebaya. Namun demikian, masih ditemukan berbagai bentuk perilaku perundungan yang dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa selama mengikuti proses pembelajaran.
Perundungan adalah tindakan yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh seseorang atau kelompok terhadap individu lain yang dianggap lebih lemah. Bentuk perundungan dapat berupa kekerasan fisik, ejekan verbal, pengucilan sosial, maupun intimidasi psikologis. Jika tidak ditangani dengan baik, perundungan dapat menyebabkan menurunnya rasa percaya diri, gangguan emosional, hingga penurunan prestasi belajar pada korban.
Di lingkungan sekolah dasar, tindakan perundungan sering kali terjadi dalam bentuk yang sederhana seperti mengejek teman, memberikan julukan yang tidak menyenangkan, atau mengucilkan teman dari kelompok bermain. Meskipun terlihat ringan, perilaku tersebut dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap perkembangan sosial dan emosional anak.
SDN Rawa Buntu 1 memiliki komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan program pencegahan dan penanggulangan perundungan yang dapat memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menghormati sesama serta membangun budaya sekolah yang positif.
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, tim pelaksana berupaya memberikan edukasi kepada siswa mengenai bahaya perundungan dan cara mencegahnya sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan bebas dari perilaku bullying.
Tujuan Kegiatan
1. Meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengertian dan bentuk-bentuk perundungan.
2. Memberikan edukasi tentang dampak negatif perundungan terhadap korban dan lingkungan sekolah.
3. Menanamkan nilai empati, toleransi, dan sikap saling menghargai antar siswa.
4. Mendorong siswa untuk berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau pihak sekolah.
5. Mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.
Metode Pelaksanaan
1. Tahap Persiapan
Tim PKM melakukan koordinasi dengan pihak SDN Rawa Buntu 1 terkait perizinan dan pelaksanaan kegiatan. Selain itu dilakukan observasi awal untuk mengetahui kondisi lingkungan sekolah serta kebutuhan siswa terkait edukasi anti-bullying.
2. Penyusunan Materi
Materi disusun dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Materi mencakup pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak bullying, serta strategi pencegahan dan penanggulangannya.
3. Pelaksanaan Sosialisasi
Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi secara interaktif menggunakan media presentasi, poster edukasi, dan video pembelajaran yang menarik bagi siswa.
4. Diskusi dan Tanya Jawab
Siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai kasus-kasus perundungan yang mungkin mereka temui di lingkungan sekolah.
5. Permainan Edukatif
Permainan edukatif dilakukan untuk meningkatkan partisipasi siswa sekaligus menanamkan nilai kerja sama, kepedulian, dan sikap saling menghargai.
6. Evaluasi Kegiatan
Evaluasi dilakukan melalui kuis dan sesi tanya jawab untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan.
Hasil dan Pembahasan
Program “Stop Bullying!” di SDN Rawa Buntu 1 berlangsung dengan baik dan mendapatkan respons positif dari para siswa. Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat aktif mengikuti materi, menjawab pertanyaan, dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas yang diselenggarakan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa mampu memahami pengertian perundungan serta mengenali berbagai bentuk perilaku bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Sebagian besar siswa juga dapat menjelaskan dampak negatif bullying terhadap korban, baik dari segi emosional, sosial, maupun akademik.
Selain meningkatnya pemahaman siswa, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan saling menghargai. Para siswa menunjukkan komitmen untuk tidak melakukan tindakan perundungan dan bersedia membantu teman yang menjadi korban bullying.
Keberhasilan program ini juga didukung oleh keterlibatan guru dan pihak sekolah yang aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi antara sekolah dan tim PKM menjadi faktor penting dalam menyampaikan pesan-pesan anti-bullying secara efektif kepada peserta didik.
Kesimpulan
Program “Stop Bullying! Program Pencegahan dan Penanggulangan Perundungan di SDN Rawa Buntu 1” berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan serta pentingnya menjaga hubungan sosial yang positif di lingkungan sekolah. Melalui sosialisasi, diskusi, dan permainan edukatif, siswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai cara mencegah dan mengatasi tindakan bullying.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan sehingga seluruh peserta didik dapat belajar dan berkembang secara optimal.
Penulis :
Dewi Wulan Suci, Elisya Putri Napitupulu, Rangga Ainul Yaqin, RR Renny Anggraini S.E., M.M
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang

