Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel berdampak langsung pada biaya operasional kendaraan, terutama untuk mobil dengan kapasitas tangki besar. Data terbaru menunjukkan, biaya pengisian penuh (full tank) sejumlah SUV diesel kini tembus hingga hampir Rp2 juta.
Untuk Toyota Fortuner dengan kapasitas tangki 80 liter, biaya isi penuh mencapai sekitar Rp1.888.000 menggunakan Dexlite dan Rp1.912.000 jika menggunakan Pertamina Dex. Angka serupa juga berlaku pada Toyota Land Cruiser 300yang berada di kelas premium.
Sementara itu, Toyota Innova Diesel dengan tangki 55 liter membutuhkan sekitar Rp1.298.000 (Dexlite) dan Rp1.314.500 (Pertamina Dex). Untuk kelas SUV menengah seperti Mitsubishi Pajero Sport, biaya full tank mencapai Rp1.604.800 hingga Rp1.625.200, tergantung jenis BBM yang digunakan.
Tak hanya SUV, kendaraan pickup seperti Ford Ranger juga mencatat angka serupa, yakni di kisaran Rp1,6 jutaan untuk sekali pengisian penuh.
Kondisi ini langsung memicu beragam reaksi dari netizen di media sosial. Sebagian menanggapi dengan nada sindiran. “Dilarang ngeluh, itu katanya mobil orang kaya dan banyak lampunya, beda sama LCGC,” tulis seorang pengguna.
Komentar lain menyoroti potensi perubahan perilaku pengguna kendaraan. “Untuk sementara mobil-mobil ini akan sepi di jalanan, dikandangin dulu,” ungkap netizen lainnya.
Ada pula yang menanggapi santai, “Gpp mobil orang kaya,” sementara komentar lain justru mengarah pada dampak ekonomi yang lebih luas. “Solar industri sudah Rp28.150 per liter. Siap-siap semua barang naik,” tulis pengguna lain.
Di tengah berbagai reaksi tersebut, ada juga yang tetap optimistis. “Kata Allah SWT akan aku turunkan rezeki makin berlimpah,” tulis salah satu netizen.
Kenaikan biaya BBM ini menunjukkan bahwa selisih harga per liter, meski terlihat kecil, dapat berdampak signifikan ketika dihitung dalam kapasitas besar. Selain itu, isu ini juga memperlihatkan bagaimana perubahan harga energi mampu memicu diskusi luas, dari gaya hidup hingga kekhawatiran terhadap inflasi.

