Lewat Manajemen Perubahan, Mahasiswa Unpam Sukses Tekan Bullying di SMKN 5 Tangsel

By
2 Min Read
Mahasiswi Unpam (Almamater Biru) Anshia, April dan Imel bersama Dosen Pendamping

Bullying masih menjadi permasalahan serius di lingkungan sekolah, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan pendekatan manajemen perubahan di SMKN 5 Tangerang Selatan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 12 Agustus 2025 ini bertujuan untuk mengubah pola pikir dan perilaku siswa terhadap bullying melalui pendekatan terstruktur, yakni unfreezing, changing, dan refreezing. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kesadaran sekaligus menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan observasi, penyuluhan, serta diskusi interaktif dengan siswa. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan pelatihan komunikasi asertif, role play empati, serta simulasi penyelesaian konflik tanpa kekerasan. Siswa turut dilibatkan secara aktif melalui kampanye kreatif, seperti pembuatan poster dan video edukatif anti-bullying.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terkait bullying. Jika sebelumnya sebagian siswa menganggap ejekan sebagai hal yang wajar, setelah kegiatan berlangsung mayoritas siswa mulai menyadari dampak negatif dari perilaku tersebut. Kesadaran ini diikuti dengan perubahan sikap, di mana siswa menjadi lebih peduli dan berani menolak tindakan bullying.

Selain itu, terbentuk pula Duta Anti-Bullying yang berperan sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Program ini turut didukung dengan kampanye bersama antara siswa dan guru untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari bullying.

Dampak positif juga terlihat dari perubahan suasana sekolah yang menjadi lebih kondusif. Interaksi antar siswa menunjukkan peningkatan ke arah yang lebih positif, serta adanya penurunan kasus ejekan di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Unpam menegaskan bahwa penanganan bullying tidak cukup hanya dengan aturan, tetapi memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Dengan penerapan manajemen perubahan, diharapkan budaya sekolah yang positif, suportif, dan inklusif dapat terus terjaga.

Share This Article