AirNav Indonesia Perkuat Navigasi Penerbangan Lewat Program ITSAP

By
3 Min Read
Penutupan kegiatan Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang pada Jumat, 3 Juli 2026.

AirNav Indonesia bersama Airservices Australia (ASA) resmi menutup rangkaian kegiatan Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang pada Jumat, 3 Juli 2026.

Program yang berlangsung sejak 29 Juni ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik untuk meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan.

Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro, menekankan pentingnya implementasi hasil pembelajaran dari ITSAP.

“Melalui Program ITSAP, kami mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga, mulai dari pengembangan kapasitas organisasi, pengelolaan data, pemanfaatan teknologi surveillance, hingga penguatan standar pelayanan navigasi penerbangan,” kata Setio, Jumat (3/6/2026).

“Kami berharap seluruh pembelajaran tersebut dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan operasional sehari-hari, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja dan kualitas layanan AirNav Indonesia di masa mendatang,” jelasnya.

Selain itu, menurut Setio, AirNav Indonesia juga berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan Airservices Australia melalui berbagai program pengembangan kapasitas di masa mendatang.

Fokus Workshop ITSAP

Ia menjelaskan, selama lima hari pelaksanaan, ITSAP menghadirkan sejumlah workshop dan diskusi yang membahas berbagai aspek strategis penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan.

Pada bidang Strategic Workforce Planning, peserta mendalami pengembangan kapasitas organisasi dan perencanaan kebutuhan sumber daya manusia sebagai fondasi transformasi organisasi.

Selanjutnya pada bidang Air Trafic Management (ATM) Standards, pembahasan difokuskan pada penyempurnaan dokumentasi standar pelayanan lalu lintas udara, penguatan manajemen kinerja, serta peningkatan kesiapsiagaan melalui pembahasan manajemen krisis.

Sementara itu, pada bidang Data Management, peserta memperkuat pemahaman mengenai tata kelola data (data governance), pengembangan ekosistem data, penggabungan data lintasan penerbangan (trajectory stitching), hingga pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan operasional berbasis data.

Kemudian pada bidang Surveillance Data Management and Decoding, kegiatan difokuskan pada pengembangan kapabilitas pengelolaan data surveillance guna mendukung proses dekode, analisis, dan distribusi data secara lebih efektif.

Evaluasi dan Rencana ITSAP 2027

Selain penguatan kompetensi teknis, kegiatan Program Management menghasilkan evaluasi pelaksanaan ITSAP 2025/2026 sekaligus pembahasan rencana kerja ITSAP 2026/2027 bersama berbagai direktorat di AirNav Indonesia.

Pembahasan tersebut mencakup pengembangan program peningkatan kompetensi personel, penguatan kerja sama profesional Air Traffic Controller Indonesia–Australia, serta penyelarasan kebutuhan pengembangan organisasi pada berbagai bidang operasional dan teknis.

Setio menambahkan bahwa keberhasilan program pengembangan kapasitas tidak hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan, tetapi juga dari implementasi pengetahuan dan praktik terbaik yang diperoleh untuk mendorong inovasi, meningkatkan kinerja organisasi, serta memperkuat kualitas pelayanan navigasi penerbangan.

”Hal tersebut sejalan dengan komitmen AirNav Indonesia untuk terus membangun organisasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, peningkatan trafik penerbangan, dan tuntutan keselamatan penerbangan di masa depan,” tegasnya.

Penutupan rangkaian ITSAP menjadi penanda berakhirnya pelaksanaan program tahun 2026 di AirNav Indonesia.

Ke depan, AirNav Indonesia dan ASA sepakat memperkuat kemitraan strategis melalui berbagai inisiatif pengembangan kapasitas yang diharapkan memberi manfaat bagi keselamatan penerbangan di kawasan Asia Pasifik. (Rmt)

Share This Article