Aktivitas di sekitar Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) diperkirakan meningkat pada Senin, 21 September 2026. Sebanyak 60 daerah dijadwalkan hadir dalam agenda kerja sama replikasi Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA).
Kedatangan puluhan daerah tersebut untuk mengikuti Penandatanganan Kesepakatan Bersama Antar Daerah dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Replikasi SISGITA yang digelar di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel.
Agenda tersebut melibatkan pemerintah daerah dari berbagai wilayah Indonesia yang tertarik mempelajari sekaligus mereplikasi sistem integrasi data pertanahan dan perpajakan yang dikembangkan Pemkot Tangsel bersama Kantor Pertanahan Kota Tangsel.
Sistem tersebut mengintegrasikan data perpajakan, khususnya Nomor Objek Pajak (NOP), dengan data pertanahan berupa Nomor Identifikasi Bidang (NIB) melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis (GIS).
Besarnya jumlah daerah yang hadir membuat mobilitas kendaraan menuju kawasan Puspemkot berpotensi meningkat.
Apalagi, pada waktu yang sama Tangsel Expo juga digelar di Plaza Puspemkot pada 21–22 September 2026. Pameran tersebut menghadirkan berbagai potensi daerah, termasuk produk UMKM dan Pameran Anggrek.
Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel.
Kepala Dishub Kota Tangsel Ayep Sudrajat mengatakan pihaknya menyiapkan personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik sekitar Puspemkot.
Pengaturan dilakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi arus kendaraan di lapangan. Jika terjadi penumpukan, petugas akan melakukan penguraian agar lalu lintas tetap bergerak.
Masyarakat yang memiliki aktivitas di sekitar Puspemkot pun diminta mengatur waktu perjalanan dan memperhatikan arahan petugas selama kegiatan berlangsung.
Bagi masyarakat yang tidak memiliki keperluan ke kawasan Puspemkot, pengguna kendaraan disarankan mempertimbangkan jalur alternatif sejak sebelum perjalanan.
Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi perlambatan arus kendaraan apabila terjadi peningkatan volume kendaraan menuju kawasan pemerintahan.
Pengendara dari arah Ciputat, Pamulang, Serpong maupun kawasan sekitarnya dapat menyesuaikan perjalanan dengan kondisi lalu lintas dan memilih ruas jalan lain yang tidak mengarah langsung ke kawasan Puspemkot apabila arus mulai mengalami kepadatan.
Namun, jalur alternatif tersebut merupakan pilihan bagi pengguna jalan, bukan rekayasa lalu lintas resmi yang ditetapkan Dishub. Hingga saat ini, Dishub Tangsel menyatakan pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara fleksibel sesuai situasi di lapangan.
Karena itu, pengendara yang tetap harus melintas di kawasan Puspemkot diimbau berangkat lebih awal, memantau kondisi lalu lintas, serta mengikuti instruksi petugas.
SISGITA Jadi Perhatian Daerah Lain
SISGITA merupakan inovasi Pemkot Tangsel bersama Kantor Pertanahan Tangsel dalam mengintegrasikan data pertanahan dan perpajakan berbasis geospasial.
Melalui sistem tersebut, data bidang tanah dan objek pajak dapat dipetakan secara spasial sehingga membantu proses pemutakhiran dan validasi data pemerintah daerah. Ketertarikan pemerintah daerah lain menjadi dasar rencana replikasi sistem tersebut di berbagai wilayah.
Pemkot Tangsel menyebut replikasi SISGITA bukan sekadar pemindahan aplikasi, tetapi juga mencakup transfer pengetahuan, data dan sumber daya manusia agar sistem dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Dengan agenda tersebut, kawasan Puspemkot Tangsel akan menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan antardaerah pada Senin besok.
Masyarakat yang tidak berkepentingan ke lokasi kegiatan disarankan menghindari kawasan Puspemkot bila memungkinkan dan menyiapkan jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.

