Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Tangsel Kembangkan Inovasi Padi Apung di Tandon Ciater

By
4 Min Read

Keterbatasan lahan pertanian tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengembangkan inovasi penanaman padi apung dengan memanfaatkan tandon sebagai alternatif media budidaya pertanian.

Program tersebut mulai diuji coba di Tandon Ciater, Kecamatan Serpong, pada Senin (26/10/2026). Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah agar memiliki fungsi lebih luas, tidak hanya sebagai tempat penampungan air, tetapi juga berpotensi mendukung produksi pangan.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, uji coba padi apung dilakukan untuk mengkaji peluang pemanfaatan tandon sebagai alternatif pengembangan pertanian. Langkah tersebut dinilai relevan dengan kondisi Tangsel yang tidak memiliki areal persawahan memadai.

“Walaupun Tangsel tidak punya sawah, tidak punya areal sawah kering atau sawah tanah hijau, ya kita usahakan tandon-tandon yang ada di Tangerang Selatan itu kita jadikan multifungsi, termasuk dalam menanam tanaman padi,” ujar Benyamin.

Pada tahap awal, penanaman dilakukan menggunakan 200 lembar styrofoam sebagai media tanam. Setiap lembar dilengkapi 21 pot, dengan masing-masing pot berisi tiga bibit padi.

Adapun varietas yang digunakan adalah Inpari 32, yang dipilih karena dinilai sesuai dengan kondisi perairan di lokasi uji coba.

Benyamin menjelaskan, program tersebut masih berada dalam tahap percobaan. Pemkot Tangsel akan memantau perkembangan tanaman dan mengevaluasi hasilnya hingga masa panen yang diperkirakan berlangsung pada akhir Januari 2027.

“Ini uji coba dulu. Satu pot tiga bibit, tiga batang padi, yang nanti akan panennya kita lihat nanti di Januari,” kata Benyamin.

Hasil uji coba nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan peluang pengembangan program di lokasi lain. Pemkot Tangsel juga membuka kemungkinan pemanfaatan tandon untuk membudidayakan komoditas pangan lain, seperti sayuran dan cabai.

Benyamin menyebutkan, Tangsel memiliki sekitar 24 tandon yang berpotensi dikaji untuk pengembangan fungsi tambahan. Meski demikian, penerapan program di setiap lokasi tetap akan mempertimbangkan kondisi perairan, kesesuaian teknis, serta manfaat yang dapat dihasilkan.

Untuk memastikan program berjalan terukur, perangkat daerah terkait diminta melakukan penghitungan terhadap dampak dan manfaat kegiatan. Salah satu aspek yang turut dikaji adalah potensi kontribusi penanaman padi apung terhadap pengendalian inflasi daerah.

Pemkot Tangsel juga akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Kementerian Pertanian, serta perangkat daerah terkait guna mendukung pengembangan program tersebut.

“Ini sementara ini kita uji coba dulu. Nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Termasuk impact benefit-nya juga harus saya ukur,” kata Benyamin.

Selain berorientasi pada penguatan ketahanan pangan, program ini diharapkan membuka ruang keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam kegiatan pertanian.

Menurut Benyamin, unsur masyarakat seperti Pramuka dan Karang Taruna memiliki potensi untuk dilibatkan dalam menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Dukungan berbagai pihak, termasuk TNI, juga diharapkan memperkuat pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah TNI juga ngebantu, pramuka dan karang taruna juga ikut serta, dan semuanya kita dorong harus menjadi petani-petani muda,” ujarnya.

Melalui uji coba padi apung di Tandon Ciater, Pemkot Tangsel berupaya menghadirkan alternatif pengembangan pertanian yang menyesuaikan karakteristik wilayah perkotaan. Evaluasi hasil panen nantinya akan menjadi penentu apakah inovasi tersebut dapat diperluas dan diterapkan secara berkelanjutan.

Upaya ini sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk mencari terobosan dalam mendukung ketahanan pangan. Dengan mengoptimalkan potensi aset daerah dan memperluas kolaborasi, Tangsel berupaya membuka peluang baru bagi pengembangan sektor pertanian di kawasan perkotaan. (Adv)

Share This Article