Hadapi Musim Hujan, Pemkot Tangsel Perkuat Mitigasi Banjir dan Kewaspadaan Penyakit

By
3 Min Read

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim hujan dengan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir sekaligus mencegah penyebaran penyakit yang kerap muncul saat curah hujan meningkat.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah, mulai dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi hingga Dinas Kesehatan. Kesiapan infrastruktur pengendali banjir dan perlindungan kesehatan masyarakat menjadi dua fokus utama yang berjalan beriringan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, menyampaikan bahwa Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie telah menginstruksikan jajaran pemerintah hingga tingkat kelurahan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Sejumlah langkah yang menjadi perhatian di antaranya memastikan posko siaga banjir berfungsi, menyiapkan operasional pompa mobile, serta melakukan pembersihan saluran air secara berkala.

“Wali Kota memprioritaskan penanganan dari aspek infrastruktur fisik hingga perlindungan kesehatan warga secara bersamaan,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).

Selain kesiapan pemerintah, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan genangan. Pengenalan jalur evakuasi mandiri menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Warga juga diimbau mematikan instalasi listrik di rumah apabila air mulai memasuki bangunan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko sengatan listrik selama terjadi genangan atau banjir.

Di sisi kesehatan, Pemkot Tangsel mengingatkan masyarakat agar mewaspadai sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat selama musim hujan, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, dan leptospirosis.

Untuk mencegah DBD, warga diminta konsisten menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

Masyarakat juga perlu menjaga kebersihan makanan dan memastikan air yang dikonsumsi memenuhi standar kebersihan guna mengurangi risiko diare.

Sementara itu, warga yang terpaksa beraktivitas di tengah genangan banjir diminta menggunakan perlindungan diri, seperti sepatu bot. Imbauan tersebut penting untuk mengurangi kontak langsung dengan air banjir yang berpotensi tercemar dan membawa bakteri penyebab leptospirosis.

“Warga yang terpaksa beraktivitas di tengah genangan banjir juga diimbau menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu bot untuk mencegah risiko infeksi kulit dan leptospirosis yang berasal dari kotoran hewan terbawa air,” tambah Asep.

Pemkot Tangsel juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat gotong royong menjaga kebersihan lingkungan. Pembersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar menjadi bagian dari upaya bersama mengurangi risiko banjir.

Di samping itu, masyarakat diharapkan aktif memantau kanal informasi resmi pemerintah daerah untuk memperoleh pembaruan kondisi cuaca, informasi kebencanaan, serta layanan darurat.

Melalui kesiapsiagaan lintas perangkat daerah dan partisipasi masyarakat, Pemkot Tangsel berupaya meminimalkan dampak musim hujan. Langkah antisipatif tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga menjaga kesehatan dan keselamatan warga selama musim penghujan. (Adv)

Share This Article