AP II Gelar CGK Airport Code Race

By
Redaksi
3 Min Read

PT Angkasa Pura II (AP II) menggelar CGK Airport Code Race yang merupakan ajang hackathon untuk mendorong para developer nasional terlibat dalam pengembangan sektor kebandarudaraan nasional dari sisi teknologi informasi.

Adapun CGK Airport Code Race ini merupakan ajang Airport Hackathon yang baru pertama kali sepanjang sejarah di Indonesia yang diadakan oleh operator bandara.

Rangkaian kegiatan Airport Hackathon ini, yang merupakan arena berkumpulnya para developer untuk mengembangkan suatu program software atau aplikasi dalam waktu singkat.

Ajang ini diikuti oleh 59 tim untuk berkompetisi menjadi yang terbaik di mana pada babak penjurian yang berlangsung pada Minggu (13/8), terpilih sebanyak 40 tim yang lolos periode penilaian lanjutan.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, CGK Airport Code Race diadakan agar AP II bisa mendapatkan sebuah solusi dan masukan mengenai beberapa permasalahan serta kendala terkait sektor kebandarudaraan, khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) sebagai bandara tersibuk di Indonesia.

“Melalui Airport Hackathon ini kami membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk dapat ikut meningkatkan passenger journey experience sebelum tiba di bandara, saat di bandara, maupun ketika sudah terbang,” kata Awaluddin, Senin (14/8/2017).

“Saat ini kita berada pada era di mana harapan penumpang pesawat jauh melebihi dari yang sebelum-sebelumnya. Oleh karena itu kita harus beradaptasi dengan terlebih dahulu paham apa yang mereka harapkan ke depannya, dan dalam hal ini teknologi informasi memegang peranan penting agar standar pelayanan pengelola bandara tetap terjaga,” sambung Awaluddin.

Hasil dari CGK Airport Code Race ini selanjutnya akan digunakan oleh AP II sebagai tools untuk membantu perbaikan dan peningkatan pelayanan, pendapatan, serta efisiensi operasional.

Penyelenggaraan CGK Airport Code Race ini tentunya diharapkan juga dapat menjembatani (bridging), memperkenalkan (chanelling), dan sebagai percepatan (accelerating) bagi para developer untuk mengembangkan aplikasi untuk industri kebandarudaraan.

Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel A. Pangerapan mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah perseroan yang mengelola 13 bandara di bagian barat Indonesia itu.

“Kami sangat mendukung langkah AP II yang mengintegrasikan layanan di bandara melalui aplikasi berbasis digital,” tutur Samuel.

Seperti diketahui, sejak akhir tahun lalu AP II juga fokus pada pengembangan soft infrastructure diantaranya dengan memperkuat sektor teknologi informasi, di samping juga melakukan pembangunan infrastruktur secara fisik seperti terminal dan sebagainya.

Adapun CGK Airport Code Race ini juga merupakan bagian dari Start Up Grand Prix road to Liga Digital Indonesia yang digelar oleh Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (Rmt)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *