Home Berita Bandara Soetta Resmi Miliki Fasilitas Penanganan Jenazah, Warehouse Khusus Pertama di Asia

Bandara Soetta Resmi Miliki Fasilitas Penanganan Jenazah, Warehouse Khusus Pertama di Asia

0
Peresmian Human Remain Transit Lounge yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Vice President of Cargo Business Bandara Soetta Siswanto dan Direktur Utama PT Gerbang Mas Sejahtera Benny Djohan di Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

PT Angkasa Pura II dan PT Gerbang Mas Sejahtera ( Golden Gate) resmi bekerjasama mengoperasikan Human Remains Transit Lounge. Human Remain Transit Lounge resmi  dibuka ditandai dengan pemotongan pita oleh Vice President of Cargo Business Bandara Soetta Siswanto dan Direktur Utama PT Gerbang Mas Sejahtera Benny Djohan di Terminal Kargo Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (7/4/2016).

Direktur Utama PT Gerbang Mas Sejahtera Benny Djohan menyatakan, dioperasikannya Human Remains Transit Lounge berawal dari persamaan visi dan misi antara pihaknya dengan jajaran Angkasa Pura II untuk meningkatkan pelayanan pengguna jasa bandara khususnya dalam penanganan jenazah menjadi satu pintu di Bandara Soetta.

“Sebenarnya, inisiatif awalnya dari Angkasa Pura II. Jadi dengan satu misi yang diberikan oleh direksi  bersama dengan jajaran Angkasa Pura II yang tujuannya meningkatkan kualitas pelayanan di bandara, secara khusus spesifiknya Human Remains atau umumnya disebut fasilitas penanganan Jenazah. Dari data statistik, pengiriman jenazah dari dan ke Kargo Bandara Soetta ini tercatat antara 15 sampai 20 jenazah per harinya, ” katanya kepada  tangerangonline.id di Gedung Duty Free Area Cargo, Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (7/4/2016).

Benny menjelaskan, selama ini belum ada prosedur penanganan yang khusus terhadap jenazah dan masih ditangani serupa dengan barang kargo dan masih berpencar pada 9 warehouse yang ada di Terminal Cargo Bandara Soetta.
“Untuk itulah, kami selaku pemegang untuk pengelolaan fasilitas penanganan jenazah ini akan memberikan pelayanan duka yang cepat, terjangkau dan berkualitas, One Stop Service. Karena sebelumnya kami pun sudah melakukan pengiriman peti jenazah ke berbagai daerah melalui kargo, kami alami cukup banyak kendala,” ungkapnya.

Belum adanya Standard Operating Procedure (SOP) yang menjadi panduan baku dan tidak adanya transparansi biaya dalam penanganan jenazah melalui Kargo Bandara Soetta membuat Golden Gate berniat memperbaiki pelayanan dan memberikan kepastian kepada yang tengah berduka melalui Human Remain Transit Lounge.

“Human Remain Transit Lounge ini mungkin satu-satunya di Asia Tenggara bahkan di Asia.  Sisi uniknya, disamping bisnis adalah pelayanan dan sisi sosialnya. Karena akan ada waktunya kami akan melayani jenazah, mohon maaf seperti tenaga kerja Indonesia yang dengan segala kekurangannya dan keterbatasannya. Untuk itulah kami wanti-wanti kepada seluruh rekan-rekan satu tim prinsip utama, kami tidak peduli dari golongan manapun, status sosialnya, setiap jenazah kami memandang sebagai keluarga kami, respect tertinggi harus diberikan, itu penting,” bebernya.

Armada Ambulance dan Crew Human Remain Transit Lounge di Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Armada Ambulance dan Crew Human Remain Transit Lounge di Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Pada kesempatan yang sama, Vice President Of Cargo Business Bandara Soetta Siswanto  berharap dengan dioperasikannya Human Remains Transit Lounge tersebut dapat menjadi pelayanan terpadu satu pintu dalam penanganan jenazah.

“Kita harapkan Human Remains Transit Lounge ini dapat menjadi satu pintu terpadu. Dan tentunya dapat menciptakan kondisi bandara aman, tertib dan tentunya tidak mengurangi kenyamanan pengguna jasa bandara Soekarno-Hatta,” katanya.

Sementara itu, Dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soetta dr Michael mengatakan, dengan kehadiran Human Remains Transit Lounge tersebut dapat memudahkan pihaknya dalam pengawasan keluar masuknya jenazah melalui Bandara Soetta.

“Kami sangat terbantu dengan adanya layanan ini, karena pengawasan kami dalam layanan jenazah menjadi satu pintu. Dan dapat memudahkan kami dalam memonitor jenazah, dimana sebelumnya terpencar pada sembilan warehouse yang ada, kini menjadi satu pintu,” ungkapnya.

Untuk diketahui,  Human Remains Transit Lounge membuka layanan selama 24 jam dan dilengkapi fasilitas-fasilitas, diantaranya, ruang tunggu yang nyaman bagi pengantar dan penjemput, coffin room (ruang persemayaman sementara), pengurusan dokumen administrasi terkait, layanan mobil jenazah, layanan transfortasi bagi pengantar ke terminal penumpang, pengiriman jenazah, pengurusan akte kematian, dan area parkir kendaraan yang luas dan nyaman. (Rmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here