Home Berita UIN Didesak Usul Jembatan Penyebrangan Orang

UIN Didesak Usul Jembatan Penyebrangan Orang

0

Ciputat salah satu jalur penghubung antara Jakarta dan Banten menjadi jalur yang ramai dipadati kendaraan roda dua maupun empat, Kondisi ini membuat Ciputat tak pernah lekang oleh kemacetan. Sumber-sumber kemacetan di Jalan Juanda, Ciputat, antara lain di depan kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Firmansyah (28) warga dari Pamulang yang bekerja sebagai pegawai swasta di Jakarta Selatan mengaku sehari-hari bila lewat Ciputat sudah berlangganan dengan kemacetan. “Sudah biasa macet daerah ini,  cuman yah mau gmana lagi jalur yang paling cepat jalur ini, kalo dari pamulang masa muter-muter pondok cabe segala kan jauh lagi,” ujar Oteng sapaan Firmansyah, Selasa (12/04/16).

Oteng menengarai jalanan di Ciputat sudah tidak muat lagi untuk volume kendaraan yg setiap bulannya meningkat,  dan perlu adanya perluasan jalan kembali untuk mengurai kemacetan.

“Menurut saya sih, jalannya perlu diperluas lagi karena kapasitas jalan dan kendaraan tidak seimbang. Setiap bulannya kendaraan meningkat di Tangsel ini,” tambahnya Firmansyah saat di wawancarai tangerangonline.id.

Kemudian yang menjadi faktor lainnya adalah Kampus UIN Jakarta merupakan institusi yang padat aktivitas dan banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah maupun kota lain. Selain itu, banyak yang melakukan pelanggaran lalu lintas di spot area tersebut serta marak orang menyebrang.

Faktor-faktornya yaitu banyaknya mahasiswa atau dosen lalu lalang yang menyebrang sembarangan dan faktor angkot yang berhenti tanpa kesadaran, kemudian dibukanya putar arah balik sehingga membuat antrean panjang depan Kampus UIN Jakarta.

Budiman Suradi (30) Warga Kertamukti Ciputat Timur, menyarankan agar di depan UIN ini menyediakan jembatan penyebrangan orang (JPO) yang layak bagi para mahasiswanya agar tidak sembarangan menyebrang jalan,  sekaligus agar dapat mengurai kemacetan di spot ini.

“Daerah ini banyak juga yg terjadi kecelakaan lantaran banyak mahasiswa yang menyebrang sembarangan sehingga tertabrak,  lalu yg mesti disalahkan siapa?,” terang Budiman.

Kampus UIN harus memberikan solutif terkait kroditnya kendaraan walaupun bukan tanggung jawabnya, tetapi setidaknya memberikan usulan kepada pemerintah daerah dan kementerian agar menyelesaikan permasalahan tersebut. (Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here