Home Berita Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Pemkot Tangerang Terapkan Metode Baru “Coaching dan Mentoring”

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Pemkot Tangerang Terapkan Metode Baru “Coaching dan Mentoring”

0
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah

Tuntutan akan adanya pelayanan publik yang berkualitas telah mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk melakukan inovasi dalam reformasi birokrasi. Setelah sebelumnya melakukan desentralisasi pelayanan publik yang bertujuan untuk lebih mengefektifkan publik services di Kota Tangerang, kali ini Pemkot membuat program diklat dengan metode Coaching dan Mentoring yang bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas dan kompetensi aparat di Pemkot Tangerang.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menerangkan, program Coaching dan Mentoring tersebut selain bertujuan meningkatkan kapabilitas dan kompetensi aparatur, juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Tangerang.

“Tujuannya untuk pengembangan SDM aparatur Kota Tangerang, kalau Coaching lebih ke attitude sedangkan Mentoring lebih kepada tehnik. Penerapan metode ini bukan karena pegawai Kota Tangerang belum berkompeten akan tetapi ini lebih kepada pengembangan. Kota Tangerang ingin SDM aparaturnya dinamis, responsif,” terangnya.

Ditambahkannya, dengan metode Coaching dan Mentoring Pemkot dalam hal ini Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) tidak perlu mengadakan diklat kepada semua pegawai namun cukup perwakilan dari suatu unit kerja yang kemudian perwakilan unit kerja tersebut membimbing dan mengarahkan staf-staf yang lain untuk melaksanakan kewajibannya sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

“Jadinya nanti seorang eksekutif (atasan) punya kewajiban untuk mengembangkan potensi bawahannya,” tambahnya.

Arief juga menyampaikan bahwa penerapan metode tersebut didasari oleh adanya anggapan bahwa beberapa unit kerja di lingkup Pemkot Tangerang kekurangan pegawai. “Pada kenyataannya bukan kurang secara kuantitas namun lebih pada kekurangan dari sisi ketrampilan untuk bidang tertentu, contoh di suatu bidang itu punya beberapa pegawai namun tidak ada yang punya ketrampilan untuk ngonsep surat, contoh gampangnya seperti itu,” paparnya.

“Makanya lewat metode ini atasan diharapkan bisa mendorong dan membimbing sampai orang tersebut bisa menguasainya,” ujarnya.

Arief menjelaskan, bahwa untuk menerapkan metode tersebut pihaknya telah bekerjasama dengan Swiss-German University dan juga salah satu BUMN yakni PT. Brantas Abipraya. Dan untuk menerapkan konsep tersebut BKPP sedang melatih 40 orang aparat yang terdiri dari Esselon IV yang potensial pada masing-masing unit kerja dari tanggal 16 sampai 19 Mei 2016 di Depok.

“Kita ingin dengan adanya pola baru tersebut muncul pemimpin-peminpin yang inovatif di unit-unit kerja yang ada, mengingat semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi oleh pemerintah terutama dalam pelayanan publik. Karena metode ini bisa membentuk pemimpin yang memiliki kemampuan memobilisasi stakeholder baik internal maupun eksternal,” jelas Arief. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here