Home Citizen Rep Puasa Kok Minta Dihormati

Puasa Kok Minta Dihormati

0

الثواب على قدر التعب
“pahala itu sesuai dengan tingkat kesulitan”

Menghormati?
Di hormati?
Atau saling menghormati?

Fenomena warung makan selalu menjadi topik yang ramai dibincangkan tiap kali datang bulan ramadhan.
Apa yang salah dengan warung makan? Adakah yang perlakuan khusus dengan warung makan?
Kenapa warung-warung makan harus ditutup tiap kali masuk bulan ramadhan?
Untuk apa?
Apakah untuk menghormati mereka yg sedang berpuasa? Gila hormatkah mereka para pelaku puasa? Lalu darimana penghasilan mereka, yg memang mencari rezeki dari warung tersebut? Dan Kemana orang-orang yang tidak berpuasa harus mencari/membeli makan?

Bagi muslim yang imannya kokoh dan kuat, mereka tidak akan pernah merasa terganggu hanya karena keberadaan ada rumah makan yang buka pada siang hari di bulan ramadhan, mereka tidak akan pernah takut puasa mereka terganggu hanya karena melihat orang-orang yang makan di hadapan mereka.

Di tengah masyarakat yang sakit dan berlebihan dalam beragama, bahwa ketika kita menyatakan sesuatu yang benar kerap dianggap keliru dan dipandang sebagai sesuatu dosa. Tidak ada satu ajaran pun didalam Islam yang menganjurkan agar rumah makan harus ditutup pada siang hari selama di bulan ramadhan, demi menghormati kaum muslimin yang sedang berpuasa, misalnya. Ajaran seperti ini hanya keluar dari orang-orang pengecut, lemah iman dan gila hormat.

Berpuasa adalah sebuah laku spiritual dalam kesunyian, bukan sesuatu yang harus dipertontonkan dan meminta orang lain agar menghormatinya, mengelusnya, melayaninya serta memanjakannya. Puasa itu ya puasa, menahan diri.

Hormat harus diberikan kepada manusia, baik yang berpuasa ataupun tidak. Orang yang merasa memiliki keistimewaan semata-mata karena dia berpuasa pasti ada yang salah dengan dirinya, ada yang keliru dengan mentalnya, lebih tepatnya dengan islam imannya.
Manusia yang tidak berpuasa memiliki hak yang sama untuk dihormati dengan manusia-manusia lain yang berpuasa.

_اعلم ان الصوم عبادة لا يقع عليها حواس العباد فلا يعلمه الا الله والصائم فصار الصوم عبادة بين الرب والعبد ولما كان هذا عبادة وطاعة لا يعرفها الا الله أضافها الى نفسه فقال_ :
_الصوم لي وانا اجزي به._

Share kebaikanmu atas dasar ini :
“Barang siapa yang menunjukkan suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya”.
(HR. Imam Muslim)

Oleh: Ahmad Fauzi Attingsily

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here