Home Agenda Airin Menjadi Narasumber Asean Dengue Day

Airin Menjadi Narasumber Asean Dengue Day

0

Sebanyak 10 negara Anggota ASEAN memperingati ASEAN Dengue Day (ADD) setiap tanggal 15 Juni. Pada tahun ini peringatan tersebut bertema ‘Bergerak bersama cegah DBD melalui gerakan 1 rumah 1 Jumantik’.

Dalam perhelatan yang berlangsung di Grand Sahid Hotel, Jakarta itu, Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, didaulat menjadi salah satu narasumber.

Airin memaparkan Gerakan 1 rumah 1 Jumantik, Jumantik merupakan singkatan dari Juru pemantau Jentik dan Kota Tangsel telah berhasil menekan penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) dibawah rata-rata nasional, sekaligus menjadi percontohannya di 3 tempat, yaitu Pamulang Timur di Villa Inti Persada, di RW 10 kelurahan Pondok Benda, dan di RW 24 kelurahan Benda Baru.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran anggota Posyandu dan Posbindu disetiap kecamatan hingga tingkat RT. Juga dukungan dari Jumantik yg bekerja sama dengan tiga Universitas, yaitu UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Pamulang dan Universitas Muhamadiyah Jakarta,” beber Airin.

Sedangkan untuk mensukseskan gerakan 1 rumah 1 Jumantik, di setiap rumah harus ada satu orang anggota keluarga yg berperan sebagai juru pemantau jentik, karena saat ini DBD tidak hanya menyerang tempat yg kotor, namun tempat bersihpun akan terjangkit jika pemahaman mengenai timbulnya jentik nyamuk Aedes aegypti tidak dipahami oleh anggota keluarga.

“Makanya harus ada satu anggota keluarga yang menjadi juru pemantau jentik. Karena nyamuk Aedes aegypti tidak dipahami anggota keluarga,” ujarnya.

Menurut Airin, pemberantasan sarang nyamuk secara rutin dapat dilakukan, selama hujan turun maka akan selalu timbul DBD, berubahnya siklus 5 tahunan puncak DBD di beberapa negara ASEAN juga di Indonesia sehingga perlunya jumantik juga bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan masyarakat menghadapi DBD.

“Pada tingkat dini pengendalian dalam memperbaiki lingkungan agar kita tidak lengah terhadap DBD yg selalu merenggut korban jiwa, perhatian vektor nyamuk, pengendalian angka kematian. Sarana prasarana yg disediakan pemerintah merupakan upaya pengendalian tahap kedua (kematian),” tandasnya.

Peringatan ASEAN Dengue Day ke-6 ini dihadiri menteri kesehatan RI yg di wakili oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemnkes RI, dr. H.M. Subuh, MPPM, perwakilan dari RS. RSCM, Prof Dr dr. Sri rejeki hadinegoro juga sebagai narasumber.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Perwakilan dari WHO dan UNICEF dan perwakilan dinas kesehatan kab/kota dan propinsi seluruh Indonesia. (Ded)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here