Home Berita Kampung Bulak Pondok Aren Terendam 

Kampung Bulak Pondok Aren Terendam 

0

Hujan deras terjadi pada Sabtu (24/9) sore hari menyebabkan dua lokasi permukiman di Kampung Bulak, Pondok Maharta, Pondok Aren, Kota Tangsel terendam air setinggi 40 centi meter.

Terendamnya Kampung Bulak ditengarai sudah menjadi langganan setiap turun hujan. Hal demikian dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, Uci Sanusi, bahwa dampak dari hujan deras yang menguyur kawasan Tangsel dan sekitarnya menyebabkan banjir di perumahan Pondok Maharta dan Kampung Bulak. Ini tidak terlepas dari luapan kali Kedaung yang meluap.

“Hujan yang terjadi cukup lebat sejak pukul empat sore hingga enam petang menyebabkan luapan air kali mengenangi permukiman warga, tterutama yang ada di Kampung Bulak, tepatnya di RT 03 RW 01, Pondok Kacang Timur Pondok Aren,” kata Uci.

Air mulai meninggi di Kampung Bulak terjadi pukul 20.00 WIB hingga 00.00 WIB air sudah surut. Ketinggian air di Kampung Bulak mencapai 40 centi meter yang mengenangi sekitar 52 kepala keluarga (KK). Kendati banjir namun warga tetap tinggal di dalam rumah.

“Kami menerjunkan perahu karet sebanyak 4 unit dengan 12 personel dibantu tim relawan seiaga banjir Kampung Bulak. Kami juga menerjunkan ratusan paket makanan siap saji kepada warga yang terkena dampak,” ujarnya.

Tak hanya air mengenangi Kampung Bulak, kawasan yang berdekatan juga terkena dampak seperti Perumaha Pondok Maharta. Kebetulan perumahan  ini hanya berbatasan dengan kali kedaung yang membelah dua permukimanan langgan banjir ini.

“Untuk perumahan Pondok Maharta ketinggian air tidak terlalu dalam hanya sekitar 25 centi meter. Surutnya pun sekitar pukul dua belas malam,” tuturnya.

Pada bagian lain, akibat dampak meluapnya Kali Kedaung adalah perumahan Vila Bintaro Regency. Perumahan ini salah satu kawasan yang dialiri Kali Kedaung yang mengular hingga perumahan Pondok Maharta dan Kampung Bulak. “Aliran kali itu sampai pada Kampung Bulak juga,” tambahnya.

Bahkan dampak dari luapan kali ini menyebabkan jalan Jombang Raya yang menghubungkan pertigaan Parung Serab perbatasan Kota Tangerang digenangi air. akibatnya banyak kendaraan roda dua mogok tak terkhindarkan malam itu sekitar pukul 22.00 WIB, seperti yang diungkapkan oleh Wakapolsek Pamulang AKP Enung Holis saat melakukan giat Perwira Pengawas (Pawas) satuan Polres Tangsel.

“Saat piket Pawas Polres Tangsel saya turun ke lapangan tangani banjir. Sejumlah titik tergenang air hingga puluhan sepeda motor mogok,” tuturnya.

Personel dari Polres Tangsel dan Polsek Pondok Aren turut diterjunkan untuk mengatur lalu lintas akibat macet yang berdampak pada antrian. Banyak sepeda motor diarahkan untuk putar arah menghindari banjir.

“Terjadi banjir bukan hanya di Tangsel tapi di banyak tempat seperti di Jakarta. kami mengarut lalu lintas supaya kendaraan roda dua tidak terjebak lalu mesinnya mati. Lebih baik car jaluar lain dan kami sudah sarankan itu,” kata AKP Enung Holis. (ded)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here