Home Berita PLTSa Kota Tangerang Mulai Dibangun 2018

PLTSa Kota Tangerang Mulai Dibangun 2018

0

Dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di wilayah Kota Tangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menargetkan proyek tersebut dapat dimulai pada tahun 2018. Meski proyek PLTSa ditarget pada tahun 2018 dapat dikerjakan, Pemkot tak ingin terburu-buru dalam pelaksanaannya. Sebab, dalam pelaksanaan pembangunannya harus sesuai aturan yang ada di Indonesia, khususnya Kota Tangerang.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang Ivan Yudhianto mengungupkan, proyek PLTSa itu merupakan pembangunan percepatan dari Pemerintah Pusat yang tertuang dalam Perarutan Presiden (Perpres) No. 18/2016. Sedangkan Kota Tangerang menjadi salah satu dari tujuh kota di Indonesia yang menjadi pilot project.

“Kita tidak ingin terburu-buru dalam melakukan pembangunan. Supaya hasilnya bisa maksimal. Intinya dalam pembangunan harus sesuai dengan aturan yang ada. Karena kalau terburu-buru hasilnya pasti tak akan maksimal,” ucap Ivan kepada tangerangonline.id saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Minggu (25/12/2016).

Bahkan dikatakan Ivan, proyek PLTSa akan menghabiskan anggaran sebesar 1 triliun lebih dan dilelang. “Ini bentuk lelangnya investasi. Bukan dari APBD ataupun APBN. Setelah dibangunnya PLTSa itu, selama 20 tahun baru bisa menjadi milik negara ataupun daerah. Namun tenaga pekerjanya dalam PLTSa itu akan ada orang dari kita yang mempelajari terlebih dahulu teknologi itu. Setelah itu pada saat sudah milik kita lagi, tenaga ahlinya sudah ada orang kita,” terangnya.

Selain itu pula, Kota Tangerang dalam penanganan sampahnya sudah mencapai 1000 ton. Karena dalam membangkitkan listrik pada PLTSa itu, masih perlu disuplai dari pemerintah. Apalagi nanti ditambah lagi sampah dari Bandara Soekarno Hatta. Maka dari itu, dalam pelaksanaan membangkitkan listrik tersebut, perlu adanya pengontrolan, ditakutkan efek radiasi dari pengolahan sampah menjadi listrik itu sangat berbahaya kepada masyarakat.

“Kalau tak disuplai dari pemerintah untuk sampahnya, mereka dari mana mendapatkan sampah 1000 ton itu. Makanya kita yang akan suplai dengan nanti ditambah dari bandara. selain itu, kita perlu pengontrolan mutu terhadap pembangkit listrik itu setiap harinya, nama alatnya display yang akan mengontrol setiap harinya,” papar Ivan.

Kemudian dalam pelaksanaannya, pihaknya telah berkonsultasi kepada Menko Kemaritiman dan Menteri Keuangan juga ke Menteri Perekonomian. Supaya semuanya dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan aturan. Lalu dalam pengolahan sampah, pihaknya pun menunggu Permendagri, sehingga dalam pelaksanaannya sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

“Dari sisi hukum dan teknologi, kami meminta bantuan kepada tim ahli. Jadi semua sesuai dengan koridornya, yakni aturan yang ada dan juga sisi baku mutu harus ada. Karena dampaknya efek radiasi jangan sampai berbahaya kepada masyarakat Kota Tangerang, khususnya yang ada di dekat dengan TPA Rawa Kucing itu,” tandasnya. (Yip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here