Beranda Berita BPJS Ketenagakerjaan Tangsel Jemput Bola Jaring Peserta

BPJS Ketenagakerjaan Tangsel Jemput Bola Jaring Peserta

0

BPJS Cabang Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan mempercepat perluasan cakupan kepesertaan BPJS. Percepatan tersebut dengan melalui program menjemput bola atau memberikan penawaran terhadap semua pihak instansi ketenagakerjaan yang belum mendaftarkan BPJS di wilayah Tangsel.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tangsel, Ibka Saloma mengatakan, masih ada perusahaan di wilayah Tangsel yang belum mendaftarkan perusahaannya untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, sehingga siperlukan jemput bola dikarenakan berkaitan dengan hak normatif tenaga kerja dalam bekerja yang telah diatur oleh Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pelayanan Ketenagakerjaan.

“Melalui pelaksanaan program jemput bola ini diharapkan dapat mengguggah para pemilik usaha agar memiliki kesadaran akan pentingnya terlindungi dalam Program Jaminan Sosial di Indonesia, khususnya di wilayah Tangsel,” katanya.

Ibka juga menerangkan, pengusaha di wilayah Tangsel harus memiliki BPJS sesuai dengan Perda yang sudah ada, terhitung Maret 2017 sudah diterbitkan pula Surat Edaran Walikota Nomor : 048/908/Disnaker Tentang Wajib Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Di Wilayah Kota Tangerang Selatan. Adanya surat Edaran ini menunjukkan kepedulian pemerintah daerah dalam melindungi tenaga kerja yang ada di Wilayah Kota Tangerang Selatan.

“BPJS Ketenagakerjaan senantiasa berupaya maksimal mungkin untuk selalu memberukan manfaat lebih kepada peserta selain manfaat yang telah ada di program saat ini yang terdiri dari Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK) dan Jaminan Pensiun (JP),” katanya.

Ia menjelaskan, Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Selatan sampai dengan Semester l Tahun 2017 telah mempunyai kepesertaan sebanyak 2.708 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 102.447 tenaga kerja. Sementara perusahaan yang telah mendaftar di Semester l ini sebanyak 417 perusahaan dengan penambahan tenaga kerja sebanyak 16.468 tenaga kerja, sehingga pihaknya berharap di Semester ll ada peningkatan yang signifikan terhadap jumlah perusahaan yang mendaftar dan tenaga kerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Apabila pemberi kerja tidak mendaftarkan perusahaan maupun ‘ tenaga kerjanya, maka dapat dikenakan sanksi sesuai PP 86 Tahun 2013 Tentang Tata Cara pengenaan Sanksi Administratif bagi pemberi kerja,” tegasnya. (Arf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini