Home Berita FKMBI Tuding Kongres Nasional Banten di Bandung Ilegal

FKMBI Tuding Kongres Nasional Banten di Bandung Ilegal

0

Sebanyak tujuh organisasi kedaerahan Banten Se-Indonesia, Senin (28/08/2017) di RM Saung Teh Yoyoh Situ Gintung, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, menggelar Silaturahmi Nasional dan Konferensi Pers.

Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa Banten sepakat membentuk wadah bernama Forum Komunikasi Mahasiswa Banten Indonesia (FKMBI).

Dibentuknya FKMBI ini atas respon mahasiswa seiring digelarnya kegiatan Kongres Nasional Mahasiswa Banten di Bandung.

Para mahasiswa yang hadir menyebut kongres nasional mahasiswa Baru di Kongres Bandung itu tidak mewakili semua mahasiswa yang ada di Banten. “Saya harap teman-teman semua, tidak salah persepsi, dan begitu pun dengan mereka pun yang mengikuti kongres adalah korban,” ujar Ketua Koordinator Forum Komunikasi Mahasiswa Banten Indonesia, Ahmad Yani, dalam sambutannya pada acara Silaturahmi Nasional dan Konferensi Pers di RM Saung Teh Yoyoh, Situ Gintung.

Disebutkannya lagi, Kongres Nasional Mahasiswa Banten, juga secara anggaran tidak transparan.

Diketahui, Mahasiswa Banten yang menggelar Kongres Nasional di Bandung, terdiri dari Keluarga Mahasiswa Cilegon (KMC) Bandung, Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Bandung, Keluarga Mahasiswa Tirtayasa (Kamayasa), Keluarga Mahasiswa Pandeglang (Kumandang) Bandung, dan Ikatan Keluarga Mahasiswa Banten (IKMB).

Keempat organisasi kedaerahan Banten, yang mengikuti Kongres Nasional di Bandung tersebut, dinaungi oleh Perhimpunan Mahasiswa Banten Bandung (PMBB).

Ketua Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Lampung, Luthfi Hartanto juga menilai, digelarnya Kongres Nasional di Bandung tersebut, tidak akomodatif.

Sebab, kata Luthfi, tidak ada komunikasi yang dibangun dengan baik antara organisasi mahasiswa Banten di berbagai daerah.

“Intinya kami kecewa, dan kami menilai Kongres itu ilegal, sebab tidak komunikasi yang baik yang dijalin oleh mahasiswa Banten yang saat ini menggelar kongres, oleh karena itu, secara tegas, HMB Lampung, menolak kongres nasional itu,” kata Lutfhi.

Senada, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta, Adhian Muzaki juga menilai, Kongres Nasional tersebut, cenderung sektoral dan politis.

“Itu bukan kongres Nasional, tapi itu lebih pantasnya disebut, kongres regional, kalau nasional itu, secara keseluruhan dilibatkan,’ kata Adhia akrab dipanggil Anyoh.

Selain menilai Ilegal, mahasiswa juga menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi Banten, yang hadir dalam acara kongres tersebut, terutama Badan Penghubung (Banhub) Provinsi Banten. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here