Home Berita Terkait Runway 3, Rawa Rengas Masuk Tahap Musyawarah Nilai Ganti Kerugian

Terkait Runway 3, Rawa Rengas Masuk Tahap Musyawarah Nilai Ganti Kerugian

0

Pengadaan tanah untuk pembangunan Runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) yang terletak di Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang memasuki babak baru.

Sebelumnya, pengadaan lahan di wilayah tersebut sempat tersendat dikarenakan adanya penolakan warga terhadap nilai ganti kerugian yang sudah ditetapkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Doli Siregar & Rekan.

Penolakan warga Desa Rawa Rengas itu pun mendapat tanggapan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau BPN. Direktur Jenderal Pengadaan Tanah mengeluarkan surat sebagai sebagai lanjut surat dari Dewan Penilai Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) yang meminta Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Doli Siregar & Rekan untuk merevisi hasil penilaian pada hasil kaji ulang MAPPI.

Ada surat dari Dirjen Pengadaan Tanah tersebut, BPN Kabupaten Tangerang mengeluarkan surat pemberitahuan tidak berlaku lagi sertifikat nilai ganti kerugian di Desa Rawa Burung dan Desa Rawa Rengas.

Setelah melakukan review ulang terhadap nilai ganti kerugian, Tim pengadaan Tanah kembali menggelar musyawarah bentuk ganti kerugian di Gedung Pengganti AME Equipment & Workshop Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (26/9/2017). Musyawarah ini merupakan musyawarah pertama untuk Desa Rawa Rengas.

Sebanyak 90 pemilik lahan yang berasal dari RW 16 dan RW 19 dari Desa Rawa Rengas yang lahannya terdampak pengadaan lahan Runway 3 Bandara Soetta hadir dalam musyawarah bentuk ganti kerugian tersebut.

Kepala BPN Kabupaten Tangerang, Himsar menjelaskan, adapun musyawarah ini baru tahap pengumuman nilai dan bentuk ganti rugi yang sudah ditetapkan atau revisi oleh KJPP.

“Hari ini baru sebatas pengumuman nilai ganti kerugian yang sudah sesuai dengan hasil rekomendasi MAPPI. Beberapa sudah menyatakan setuju dengan nilai ganti kerugian dalam bentuk uang,” kata Himsar.

Pemilik lahan yang sudah ikut dalam musyawarah tersebut diberi waktu 14 hari untuk memutuskan setuju atau tidaknya terhadap nilai kerugian yang sudah ditetapkan.

“Sebagian besar dari mereka  (warga) menyatakan pikir-pikir. Tapi kita lihat musyawarah hari ini berjalan sangat kondusif, ini yang kita harapkan agar bisa cepat selesai,” ujar Himsar.

Musyawarah serupa juga akan terus digelar, bahkan jumlah pemilik lahan yang nantinya ikut dalam musyawarah nilai ganti kerugian akan ditambah.

“Setelah ini nanti akan secara maraton kita lakukan musyawarah nilai ganti kerugian. Nanti jumlah peserta musyawarah akan kita tambah minimal 100 kalau bisa setiap harinya supaya lebih cepat. Setelah musyawarah untuk Desa Rawa Rengas rampung, akan dilanjutkan ke Desa Rawa Burung,” kata Himsar.

Sementara itu, Lilis Anggraini salah satu pemilik lahan mengatakan setuju dengan nilai ganti kerugian yang sudah ditetapkan tim apresial.

“Saya sudah menyatakan setuju tadi, karena nggak mau ribet. Mau pindah ke dekat rumah orang tua saja,” katanya.

Berbeda dengan Lilis, Ronih yang juga merupakan warga RW 16 Desa Rawa Rengas mengaku belum dapat memberikan jawaban setuju atau tidaknya dengan harga lahan yang ditetapkan.

“Saya mau rembug dengan keluarga dulu. Belum bisa memastikan (setuju atau tidak),” katanya. (Rmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here