Home Berita MV Neha Kapal Kargo Ditahan Sekelompok Orang

MV Neha Kapal Kargo Ditahan Sekelompok Orang

0

MV Neha kapal kargo yang merapat di pelabuhan Batam, sudah tiga bulan dikuasai sekelompok orang. Akibatnya, MV Neha mengklaim mengalami kerugian.

Raef S  Din Pemilik MV.Neha juga selaku Direktur Operasi Bulk Black sea Inc, membeberkan tentang sekelompok orang yang tiba-tiba menghadang kapal siap berlayar dan telah mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Batam.

“Ketika kapal kami bergerak tiba-tiba mereka dengan menggunakan speed boad menghadang kami dan naik ke atas kapal, seperti layaknya perompak,” ujarnya seperti dikutip khabarnasional.com, Rabu (20/12/2017) di Jakarta.

Dia sangat terkejut apalagi pada saat segerombolan orang itu datang menahan kapal MV.Neha, tidak ada satu pun petugas keamanan, baik dari kepolisian maupun angkatan laut untuk melakukan pengamanan.

“Padahal sebelumnya kami telah memohon secara tertulis kepada Polda Riau dan lantalamal lV Batam agar kami dilindungi, dan minta prioritas agar para awak kapal yang tertahan terlebih dahulu dievakuasi, namun mereka tidak bertindak apa-apa, bahkan seakan-akan mereka sangat kompak dengan gerombolan tersebut,” ungkap Raef.

“Gerombolan preman mengelilingi kapal bahkan mencoba naik untuk menguasai kapal  oleh karenanya kapal kami sudah tiga bulan tertahan. Biaya per hari sebesar 6.000 dolar,” kami mengalami kerugian,” sebut dia.

Chandra Motik kuasa hukum dari kantor hukum Chandra Motik Yusuf & Associates dan Patrikh perwakilan agen kapal, menambahkan sejauh ini belum diketahui motif dibalik penahanan,  karena mereka hanya mengatakan kapal itu sudah menjadi sitaan.

“Ini adalah tindakan premanisme, katanya, dan bukan kali yang pertama terjadi di pelabuhan Batam, ini yang ketiga kalinya,” terangnya.

Sebagai informasi, Dua peristiwa sebelumnya juga pernah terjadi dan kapal itu langsung dipotong-potong di laut.

“Apa seperti ini negara hukum,” ujar Chandra Motik,” terangnya.

Ditegaskan Motik, sudah jelas dalam putusan pengadilan, MV Neha tidak bersalah dan boleh kembali berlayar. Bahkan sudah mengantongi SPB, tapi tetap saja ditahan.

“Sangat memalukan. Saya berharap, peristiwa memalukan seperti ini tidak terulang,” tukasnya.

Kejadian penghalangan keberangkatan kapal oleh sekelompok orang sangat mencoreng nama baik Indonesia di mata dunia.

Chandra Motik juga menjelaskan, kalau alasan penahanan oleh sekelompok orang, bahwa kapal itu adalah sitaan, sudah sangat menyimpang.

“Tidak ada putusan pengadilan yang memerintahkan kapal itu ditahan sebagai sitaan. Status boleh sitaan, tapi tidak bisa ditahan selama tidak ada putusan pengadilan,” tegas dia.

Terlebih lagi, penahanan dilakukan oleh yang bukan menjadi kewenangannya. “Kalau aparat diam saja, peristiwa sepeti ini bakal kembalilah terulang. Kalau sudah seperti ini, apa kita bisa dipercaya dunia internasional,” tambahnya.

Penahanan kapal secara sepihak ini yang diduga dibekingi orang kuat itu, juga telah dilaporkan kepada Menteri Perhubungan dan Presiden Joko Widodo. (Ed)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here