Home Berita MJP Cargo Ekspor Belasan Ton Manggis per Hari Melalui Bandara Soetta

MJP Cargo Ekspor Belasan Ton Manggis per Hari Melalui Bandara Soetta

0

Buah manggis dari Indonesia kini bisa langsung (direct) diekspor ke Tiongkok tanpa harus transit di negara lain. Pengiriman perdana secara direct dilakukan pada hari ini, Senin (18/1) melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Ternyata selama 5 tahun belakangan ini, buah manggis asal Indonesia tidak pernah berhenti di ekspor ke Tiongkok. Namun pengirimannya dilakukan melalui negara lain, salah satunya Thailand.

Bahkan, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor dan supplier dan supplier PT Tani Pertiwi Jaya dengan cargo forwarder PT Mitra Jayakarta Persada (MJP Cargo) mampu mengekspor belasan ton buah manggis setiap harinya tujuan Tiongkok melalui Bandara Soetta.

“Kami selama ini terus mengekspor buah manggis tujuan Tiongkok dan belum pernah ada masalah. Kuantitasnya mulai 12 hingga 15 ton per hari,” kata Manager Operasional MJP Cargo Marsin, saat berbincang dengan TangerangOnline.id di Terminal Kargo Bandara Soetta, Kamis (18/1/2018).

Marsin mengatakan, ekspor buah manggis tujuan Tiongkok dilakukan melalui transit terlebih dahulu di Bangkok, Thailand karena Indonesia belum mendapatkan izin untuk ekspor langsung.

“Mereka (Tiongkok) gemar dengan manggis Indonesia, ini dilihat dari permintaan mereka yang cukup tinggi setiap tahunnya. Namun kita belum diperbolehkan ekspor secara langsung makanya, pengirimannya selalu melalui Bangkok,” ujar Marsin.

Dia menjelaskan, buah manggis yang diekspor selama ini ke Tiongkok melalui Bangkok didapatkan dari petani di wilayah Banten, Jawa Barat dan Sumatera Barat.

“Manggis yang kami ekspor melalui Bandara Soekarno-Hatta tersebut berasal dari Sukabumi, Pandeglang, Bogor, juga dari Subang. Bahkan kita ekspor langsung dari Padang bisa mencapai 40 ton per harinya” ucapnya.

Menurut Marsin, buah manggis yang akan diekspor Tiongkok terlebih dahulu melalui pemeriksaan yang ketat dan telah mendapatkan sertifikasi layak dari Balai Besar Karantina Pertanian Bandara Soetta.

“Sebelum dikemas, buah manggis tersebut dicuci menggunakan cairan desinfektan kemudian disemprot dengan udara bertekanan tinggi menggunakan kompresor dan dipacking dengan standar ekspor untuk menjaga kwalitas. Dan tentunya melalui pemeriksaan oleh petugas Balai Karantina,” jelasnya.

Dia berharap, dengan diperbolehkannya ekspor buah manggis langsung ke Tiongkok dapat mengurangi biaya pengiriman dan juga dapat membantu petani.

“Kalau sudah bisa langsung tentunya dapat menekan cost pengiriman. Dan yang tak kalah penting dapat tentunya dapat memberikan keuntungan juga kepada petani, karena harga jual petani bisa lebih tinggi,” tandas Marsin. (Rmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here