Home Berita Dinkes Tangsel Sosialisasi Pentingnya Buku Kesehatan Ibu dan Anak

Dinkes Tangsel Sosialisasi Pentingnya Buku Kesehatan Ibu dan Anak

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan mensosialisasikan pentingnya pemanfaatan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Graha Widya Bhakti, Puspiptek, Setu, Selasa (20/3/2018).

Dalam kesempatan itu hadir Walikota Tangsel, perwakilan Direktorat Jenderal Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, OPD Tangsel, Forum Kota Sehat Tangsel, dan pihak Kecamatan, Kelurahan se-Tangsel.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan survei demografi kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia 228/100.000 kelahiran hidup, dan Angka Kematian Bayi (AKB) 34/1000 kelahiran hidup, Angka Kematian Balita (Akbal) 44 per 1000 kelahiran hidup. Kondisi ini masih jauh dari target pencapaian Millennium Development Goals (MDGS) 2015 yakni mencapai AKI menjadi 102/100.000 KH, AKB menjadi 23/1000 KH dan AKBAL 32/1000 KH. Bahkan AKI secara nasional di tahun 2015 justru mengalami kenaikan menjadi 359/100.000 KH.Karena hal tersebut, maka tugas pemerintah untuk menurunkan AKI, AKB dan AKBAL dilanjutkan melalui Sustainable Development Goals (SDG’S).

“Meskipun di Tangsel AKI jauh dibawah angka nasional, yaitu 48/100.000 KH di Tahun 2016 dan 2017. Kita tidak ingin menyumbangkan kematian ibu selama masa kehamilan, bersalin dan nifas, yang diakibatkan oleh hal-hal yang bisa kita hindari, yaitu dalam pelayanan kesehatan baik ditingkat dasar maupun rujukan,” ungkapnya.

Untuk mencapai keberhasilan penurunan angka kematian Ibu, angka kematian bayi dan angka kematian balita perlu kerjasama dan peran serta aktif lintas sektor, lintas program, profesi, akademisi, masyarakat, keluarga, lembaga swadaya masyarakat dan donor agencies serta swasta.

Program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) merupakan bentuk peran serta aktif keluarga dan masyarakat dalam bidang kesehatan ibu dan anak, dan keberhasilan ibu dan anak, dan keberhasilan penerapan P4K sebagai salah satu alat untuk meningkatkan cakupan pelayanan KIA tidak terlepas dari peran para pihak terkait dengan ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir. Bayi dan anak balita.

Saat ini buku KIA dan penggunaan stiker perencanaan P4K sudah dipakai di 34 Provinsi dan sudah dikenal luas oleh petugas kesehatan di lapangan, namun belum semua petugas kesehatan terampil dalam memanfaatkan buku KIA dan memiliki kepatuhan dalam pengisiannya. Maka diperlukan peningkatan pemahaman untuk lebih mengoptimalkan penggunaan buku KIA dan stiker P4K oleh pelayanan dan masyarakat di wilayah Kota Tangsel,agar tercipta keluarga sehat, yang merupakan bagian dari masa cita Presiden RI, sebagaimana dituangkan dalam Renstra Nasional 2015-2019 melalui pilar Indonesia sehat.

Hal ini juga tertuang dalam Renstra kesehatan Kota Tangsel. Pemeriksaan kesehatan ibu hamil dengan menggunakan buku KIA juga merupakan salah satu tolak ukur pelayanan KIA yang berkualitas. Peran lintas sektor juga sangat berpengaruh dalam pelayanan kepada ibu dan anak.

“Program KIA tidak akan bisa berjalan sendiri untuk dapat menurunkan  kematian ibu dan anak, perlu koordinasi dan kolaborasi yang baik dengan program-program kesehatan lainnya, serta dengan lintas sektor terkait,”katanya.

Dia berharap inovasi dan penerapan P4K serta pemanfaatan buku KIA dalam upaya penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita ini bisa dirasakan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di semua fasilitas kesehatan yang ada di Kota Tangsel. “Untuk itu mari kita semua bisa bergandengan tangan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Tangsel melalui pemanfaatan buku KIA secara baik dan benar,” harapnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Suhara Manullang mengungkapkan, sejak 2010 buku KIA diluncurkan. Namun belum dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk menekan angka kematian ibu, bayi dan anak.

“Kita lakukan rapat koordinasi untuk menurunkan angka kematian ibu, anak, bayi dan balita di Tangsel dan kami akan dimanfaatkan secara maksimal oleh semua petugas Dinkes, masyarakat, tentunya dengan dukungan penuh baik dari lintas program maupun lintas sektor,” ungkapnya. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here