Home Berita Tangsel Rumputisasi Pemakaman Umum

Tangsel Rumputisasi Pemakaman Umum

0

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimta) menata pemakaman umum dengan menggunakan rumput atau disebut dengan rumputisasi.

Hal ini merupakan salah satu program agar pemakaman menjadi representatif sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menjadikan  pemakaman lebih representatif dengan dikelola secara profesional.

“Taman pemakaman itu identik dengan hal-hal mistis dan lain sebgainya, nah ini kita mencoba melakukan inovasi, agar stigma itu berubah. Artinya tempat pemakaman yang dikelola oleh Pemerintah itu benar-benar profesional, dan nyaman,” kata Plt. Kepala Dinas Perkimta Kota Tangsel, Teddy Meiyadi.

Oleh karenanya ke depan secara bertahap makam di Kota Tangsel tidak lagi menggunakan tembok, tapi hanya rumput dan batu nisan.

“Rumputisasi bertujuan untuk menata pemakaman agar terawat, indah dan hijau, sehingga pengunjung menjadi nyaman untuk berziarah,” ujar Kepala Bidang (Kabid) PJU dan Pemakaman Disperkimta Kota Tangsel, Muhammad Saleh Musa, Rabu (11/7/2018).

Selain pemakaman memiliki fungsi utama sebagai tempat pelayanan publik untuk penguburan jenazah, dengan rumputisasi menjadikan pemakaman dapat berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Penghijauan di area pemakaman dapat  menambah jumlah RTH di perkotaan, ” sambungnya.

Sedangkan, Kepala Seksi (Kasi) Pemakaman Nasmudin mengatakan, program rumputisasi sebagai bentuk penyeragaman blok makam yang ada di Kota Tangsel.

” Rumputisasi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) jurang mangu barat sudah dari awal karena lahannya yang kecil cuman 500 meter, begitupun makam di jurangmangu timur dan jelupang sudah menggunakan rumput, ” jelasnya.

Sedangkan TPU Pondok Benda sedang berjalan sebagian sampai akhir tahun, saat ini baru 10 %. TPU yang lain dilakukan secara bertahap setiap tahun.

Nasmudin menambahkan, kita sudah sosialisasi bahwa makam di Tangsel hanya menggunakan rumput, maka yang masih gunakan tembok dibongkar diganti dengan rumput.

“Tahapan pengerjaannya didahulukan di blok muslim dikarenakan makamnya tidak terlalu tertutup hanya tembok pinggir dan atas,” tukasnya.(Ban)