Home Bandara Angkasa Pura II Gambarkan Bandara Masa Depan Bersama 3 Menteri

Angkasa Pura II Gambarkan Bandara Masa Depan Bersama 3 Menteri

0

Sebagai bagian dari Peringatan HUT ke-34, PT Angkasa Pura II (Persero) mengadakan Seminar & Exhibition bertemakan “Airport of the Future: Smart Connected Aiport in Disruptive Era” yang diadakan di Kantor Pusat PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang pada Sabtu (11/8).

Seminar yang melibatkan banyak pihak yang berkecimpung dalam dunia kebandarudaraan ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat bagaimana mempersiapkan masa depan dunia penerbangan, khususnya kebandarudaraan dalam era disruptif saat ini.

Turut berpartisipasi sebagai pembicara dalam seminar ini Menteri Perhubungan RI, Menteri BUMN, Menteri Komunikasi & Informatika, Direktur Utama AirNav Indonesia, Direktur Pelayanan Garuda Indonesia, Direktur Keamanan dan Operasi Penerbangan IATA (International Air Transport Association), Wakil Direktur Operasi dari Kansai Airport, dan juga beberapa akademisi.

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan, dirinya sangat mendukung kegiatan tersebut karena merupakan sebuah ajang komunikasi semua elemen pemerhati infrastruktur udara.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, harapannya mampu membuka pemahaman akan pentingnya konektivitas dan infrastruktur udara di Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan begitu, seluruh masyarakat Indonesia bisa terhubung dari Sabang sampai Merauke,” kata Rini.

Angkasa Pura II lanjut Rini, harus menyiapkan infrastruktur berbasis digital juga, baik dari sisi operasional, tetapi sumber daya manusia juga harus dipersiapkan.

Sementara itu, President Director PT Angkasa Pura II, Muhamad Awaluddin menyatakan, seminar tersebut merupakan salah satu cara manajemen Angkasa Pura II membumikan visi perusahaan sebagai The Best Smart Connected Airport in The Region.

“Angkasa Pura II berharap mampu bersaing dan sejajar dengan operator bandara berkelas dunia. Melalui acara ini, Angkasa Pura II memotret bagaimana wajah bandara masa depan. Maka dari itu, perusahaan mempersiapkan hard structure serta soft structure untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan baik dari sisi udara maupun sisi darat,” kata Awaluddin.

“Menjawab tantangan di era digital ini, selain memanjakan pelanggan dengan layanan berbasis digital, kami juga membekali seluruh karyawan sebuah platform digital dalam bekerja sehingga melalui aplikasi ini kinerja karyawan lebih efektif, efisien dan mudah dikontrol,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan, Budi Kari Sumadi turut mengapresiasi kinerja manajemen Angkasa Pura II. Hal ini tampak dari  kinerja pelayanan yang terus membaik.

“Saya bangga atas kerja keras serta semangat dalam berkarya yang ditunjukkan oleh karyawan Angkasa Pura II. Manajemen Angkasa Pura II patut berbangga atas capaian kinerja pelayanan yang terus membaik karena hal ini sesuai dengan arahan presiden,” kata Budi.

Konektivitas nasional lanjut Budi, harus segera direalisasikan dimana Bandara Internasional Soekarno-Hatta berkewajiban memberi contoh dan ide kreatif agar selalu menjadi magnet untuk menciptakan konektivitas di seluruh Indonesia.

“Selain itu, konsep digitalisasi ini harus diterapkan karena sejalan dengan persaingan bisnis kebandarudaraan di dunia. Dengan hadirnya layanan berbasis digital, maka kita bias menjawab tuntutan masyarakat agar memiliki bandara yang inovatif,” imbuhnya.

Adapun menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dampak Ekonomi digital bagi industri penerbangan masa depan harus dipersiapkan oleh semua stakeholder kebandarudaraan. Transformasi digital membutuhkan adaptasi bandara serta menerapkan strategi-strategi tertentu untuk dapat bersaing.

“Angkasa Pura II memiliki visi menjadi The Best Smart Connected Airports in the Region, dimana hal tersebut berarti seluruh bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura II merupakan bandara yang memiliki konektifitas tinggi ke banyak kota maupun negara melalui penggunaan teknologi operasi bandara terbaru yang terintegrasi untuk meningkatkan pelayanan bagi penumpang. Era disruptif saat ini menjadi tantangan yang positif bagi Angkasa Pura II dalam berkompetisi menuju visi korporasi tersebut.” tutup Awaluddin.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN juga turut meresmikan Fasilitas Digital yang dimiliki AP II seperti ChatBot Modernisasi Contact Center, Airport Digital Lounge, Digital Airport Hotel, Airport Operation Control Center serta Wi Shock, fasilitas wifi dengan kecepatan tinggi di bandara. (Rmt)