Home Berita 1 Syura di Kreo Angkat Lakon Semar Mbangun Khayangan

1 Syura di Kreo Angkat Lakon Semar Mbangun Khayangan

0

Peringatan 1 Syura di Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Selasa (11/9), mengangkat lakon Semar Mbangun Khayangan.

Lakon Semar Mbangun Khayangan merupakan cerita tentang upaya Semar dalam menciptakan atau mengajarkan tentang surga atau kebahagian kepada manusia dengan memperbaiki hati sanubarinya.

Lakon ini memberikan gambaran bahwa khayangan atau surga bukan hanya ada setelah manusia masuk kedalam kubur, tapi juga ketika manusia masih hidup namun dengan syarat sanubari yang bersih.

Lakon tersebut dibawakan langsung oleh dua dalang yaitu Ki Suparwo dan Ki Sukardi dalang dari Pacitan.

Menurut, Ki Dalang Suparwo bahwa setiap manusia sejak dalam kandungan seharusnya sudah didik tentang hati sanubari yang baik. Melalui prilaku baik orang tuanya selama mengandung.

“Setelah lahir manusia juga dididik untuk memperbaiki sanubari baik melalui orangtua maupun sekolah. Hal inilah yang coba digambarkan oleh Semar dalam lakon cerita ini,” katanya.

Sementara, Tugiran sesepuh sanggar Astari Cipto Budoyo mengatakan pihaknya sengaja membuat tontonan wayang kulit denga Lakon Semar Mbangun Khayangan dalam memperingati malam 1 suro dengan harapan dapat mempertahankan kebudayaan leluhur.

“Kami sebagai penggerak kebudayaan jawa tentunya sangat senang dapat menggelar wayang kulit semalam suntuk ini. Sehingga nilai-nilai budaya dapat disebarkan melalui cerita wayang ,” katanya.

Tugiran menambahkan, pihaknya merupakan satu-satunya sanggar budaya jawa yang ada di Kecamatan Larangan. Biasanya pihaknya sering mengisi kegiatan-kegiatan sosial dan hajatan.

“Harapan kami, kegiatan malam kebudayaan satu suro seperti ini dapat berlangsung setiap tahunnya. Sehingga masyarakat juga dapat mengetahui selain perayaan hijriah ada juga perayaan suroan,” tandasnya.

Ananta Wahana, Anggota DPRD Provinsi Banten mengatakan pihaknya mengapresiasi pagelaran budaya dalam peringatan malam satu suro tersebut. Menurutnya wayang kulit merupakan salat satu kebudayaan nasional yang perlu dilestarikan.

“Semar Mbangun Khayangan merupakan lakon yang tepat untuk diambil pelajaran menjelang kontestasi Pemilu. Dari cerita ini kita harus memilih wakil rakyat yang memiliki pandangan pembangunan berdasarkan hati nurani yang bersih,” katanya.

Ananta menambahkan, karena pemimpin yang memiliki hati sanubari yang bersih sajalah yang dapat memberikan kebahagian dan kesejahteraan bagi masyakat yang dipimpinya.

“Harapan saya, peringatan seperti ini jangan hanya diisi oleh kegiatan yang sifatnya hanya tontonan tapi juga dapat menjadi tontonan dan tuntunan bagi masyarakat dan pemimpin,” pungkasnya. (ris)