Home Bandara Bea Cukai dan Polres Bandara Soetta Bongkar ‘Pabrik’ Sabu di Bandung

Bea Cukai dan Polres Bandara Soetta Bongkar ‘Pabrik’ Sabu di Bandung

0

Jajaran Bea Cukai dan Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar rumah produksi atau ‘pabrik’ narkotika jenis Sabu di Bandung, Jawa Barat. Dari pengungkapan ini, petugas mengamankan kurang lebih 3,4 kilogram Sabu berbentuk cair dan kristal berikut alat produksi.

Pengungkapan ini berawal dari diamankannya
seorang pria WN Spanyol berinisial FC (54) oleh petugas Bea Cukai di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, pada Minggu (7/10) lalu.

FC diamankan petugas lantaran kedapatan membawa methamphetamine atau narkotika jenis sabu seberat 1,4 kg. Ia datang ke Indonesia menggunakan pesawat Malaysia Airlines MH-713 rute Kuala Lumpur – Tangerang.

Kepala Bea Cukai Bandara Soetta, Erwin Situmorang mengatakan, pengungkapan tersebut berawal dari kecurigaan petugas terhadap tampilan X-Ray terhadap koper milik FC.

“Ketika dilakukan pemeriksaan secara mendalam, ditemukan satu bungkus plastik berisi kristal yang positif mengandung methamphetamine di dalam koper milik yang bersangkutan,” kata Erwin di Terminal Kargo Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (18/10/2018).

Adanya temuan tersebut, petugas Bea Cukai kemudian berkoordinasi dengan Polresta Bandara Soetta untuk pengembangan lebih lanjut. Tim gabungan kemudian dibentuk untuk melakukan control delivery.

Dari hasil pengembangan, tim gabungan mengamankan seorang pria berkewarganegaraan Iran berinisal EA (38) di Bandung, Jawa Barat pada Minggu (7/10).

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Victor Togi Tambunan mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka EA, petugas menemukan kunci kamar sebuah Apartemen di kawasan Bandung, Jawa Barat. Di apartemen tersebut, petugas menemukan barang bukti narkoba lainnya.

“Dari hasil pemeriksaan di kamar apartemen tersebut, tim gabungan menemukan barang bukti tambahan berupa 116 gram serbuk sabu dan 1,9 kilogram sabu cair berikut alat produksi,” ungkap Tambunan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua warga negara asing tersebut kini mendekam di sel tahanan Mapolresta Bandara Soetta. Akibat perbuatannya, kedua tersangka juga terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup berdasarkan pasal 113 Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009. (Rmt)