Home Berita Jajaki Kerjasama Pengembangan Sorgum, JICA dan LIPI Gandeng BPTP Balitbangtan Kalteng

Jajaki Kerjasama Pengembangan Sorgum, JICA dan LIPI Gandeng BPTP Balitbangtan Kalteng

0

Upaya untuk membangun sinergi riset, ternyata tak terbatas ruang dan waktu. Berbekal informasi dari Website BPTP Kalteng, Balitbangtan, Kementan tahun 2016, yang terdapat postingan Temu Lapang Budidaya Sorgum bagi Penyuluh Pertanian dan Petani di Kota Palangkaraya, telah menaruh minat para peneliti JICA dan LIPI.

Kedua lembaga ini sejak tahun 2016, melakukan Joint Project Produksi Energi Biomassa dan Material melalui Revegetasi Tanaman Alang- Alang dengan mengembangkan pemanfaatan tanaman Sorgum sebagai penghasil Biomassa dan Energi.

Sorgum, ternyata tidak terbatas hanya sebagai sumber pangan. Potensi sorgum sebagai energi biomassa pengganti energi fosil mulai dilirik para ahli, sebagaimana data yang diliris media bahwa sorgum memiliki kandungan linen yang tinggi sebesar 20 % sampai dengan 30 %.

Kelebihan sorgum dapat tumbuh cepat, tahan terhadap kekeringan, dan dapat tumbuh di lahan kritis. Dan Indonesia adalah negara dengan potensi besar tersebut mengingat keberadaan kekayaan hayati Indonesia yang sangat diperhitungkan banyak negara di dunia.

Selama ini sorgum dikembangkan guna mendukung program diversifikasi pangan dan ketahanan pangan, saat ini kemampuan sorgum untuk mengkonversi beras dan terigu mulai dilirik banyak pihak sejak budidaya di hulu hingga industri pengolahan kerakyatan di hilirnya.

Sebut saja Larantuka, NTT, Lamongan Jawa Timur dan Demak Jawa Tengah yang sejak lama menjadi wilayah pengembangan sorgum. Sebagaimana diketahui, kandungan nutrisi beras sorgum lebih baik jika dibandingkan beras padi.

Terkait hal tersebut, sebanyak sembilan orang peneliti dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyambangi BPTP Kalteng, Kamis, (15/11/2018) di Palangka Raya, untuk memperoleh informasi mengenai potensi, prospek dan penerapan budidaya sorgum di tingkat petani.

Dalam kesempatan itu Senior Advisor, Rural Development Departmen JICA, Dr Shuichi Asanuma, mengatakan, bahwa pihaknya bermaksud ingin menjalin kerjasama riset dalam pemanfatan sorgum untuk energi biomassa dan berharap potensi yang ada di Kalteng dapat didukung dengan keberadaan BPTP Kalteng sebagai initusi yang melakukan pengkajian tepat guna spesifik lokasi.

Sementara tim peneliti LIPI, Dr Reni Lestari, mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan kerjasama antara pemerintah Jepang-JICA dengan pemerintah Indonesia-LIPI dalam Riset Energi Biomassa yang produk akhirnya adalah Sorgum Biofuel dan Sorgum Pellet.

Melalui joint research yang dinamakan SATREPS (Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development), project kerjasama yang diusung hingga tahun 2021 akan terus dijalin, untuk mengembangkan teknologi yang mampu mengembalikan lahan marginal padang rumput alang-alang menjadi lahan produktif.

Sementara itu, BPTP Kalteng yang diwakili oleh Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Penelitian, Dr Dedy Irwandi, mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik rencana kerjasama ini dengan melibatkan BPTP. Lebih jauh dikatakan Dedy, bahwa tanaman sorgum cukup adaftif di tanam di Kalimantan Tengah.

“Dari empat varietas yang dihasilkan Puslitbang Tanaman Pangan, Balit Serealia Maros, yang pernah diujicobakan BPTP, yaitu super-1, super-2, kawali dan Numbu ternyata mampu berdaptasi baik di lahan marginal (pasir kwarsa) kota Palangka Raya dengan rata rata hasil 5,7 ton/ha basah,” tambah Dedy.

Namun menurut Dedy, keberhasilan produksi juga harus diikuti dan dipersiapkan pada aspek pemasarannya, karena petani masih enggan mengembangkan secara massal bila pasar belum tersedia.(MRZ)