Home Home 119 WNI di Sarawak Dapat Paspor Baru Dalam Layanan Paspor Simpatik KJRI...

119 WNI di Sarawak Dapat Paspor Baru Dalam Layanan Paspor Simpatik KJRI Kuching

0

Dalam rangka Hari Bhakti Imigrasi ke-69, sejumlah Kantor Imigrasi (Kanim) baik Kanim Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) maupun Non TPI menggelar layanan paspor Simpatik di tanah air.

Tak hanya di Indonesia, layanan Paspor Simpatik juga digelar di luar negeri.

Salah satunya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Sarawak,Malaysia juga menggelar layanan serupa pada Sabtu (19/1).

Bahkan, layanan paspor simpatik yang digelar oleh KJRI Khucing langsung jemput bola ke lokasi tempat bekerja (outreach) para warga negara Indonesia (WNI).

Kepala Perwakilan RI Kuching, Yonie Tri Prayitno melalui Konsul Imigrasi, Ronni Fajar Purba mengatakan, pihaknya memberikan pelayanan paspor simpatik kepada WNI yang bekerja di Sarawak.

“Melalui fungsi imigrasi, kami memberikan Pelayanan Paspor Simpatik berupa pelayanan outreach atau langsung jemput bola ke lokasi tempat bekerja para WNI diwilayah Sarawak,” kata Ronni dalam keterangan tertulisnya yang diterima tangerangonline.id, Sabtu (19/1/2019).

Mantan Kepala Bidang Pendaratan dan Izin Masuk Kanim Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta ini menjelaskan, dalam layanan paspor simpatik yang digelar di sejumlah tempat tersebut sebanyak 119 permohonan diproses. Adapun tahapan untuk pemohon tidak berbeda dengan di kantor imigrasi yang ada di Indonesia.

“Pemohon paspor tetap melalui interview dan verifikasi serta pengambilan biometrik,” jelas Ronni.

Ia merinci, permohonan paspor WNI yang diproses tersebut berasal dari 3 tempat berbeda. Diantaranya,
WNI yang bekerja di perusahaan Almabumi sejumlah 37 orang yang terdiri dari 29 orang laki-laki dan 8 orang perempuan.

“Kemudian WNI yang bekerja di perusahaan BBC sejumlah 52 orang yang terdiri dari 43 orang laki-laki dan 9 orang perempuan dan 30 orang yang terdiri dari 25 orang laki-laki dan 5 orang perempuan yang bekerja di perusahaan Majrany,” ujar Ronni.

Ia menambahkan, dalam kesempatan tersebut pihaknya sekaligus mensosialisasikan pentingnya kelengkapan dokumen keimigrasian selama berada atau bekerja di luar negeri.

“Pelayanan paspor kami awali dengan pengarahan kepada para WNI tentang kewajiban memiliki Paspor dan permit berkerja selama tinggal dan bekerja di Malaysia,” pungkasnya. (Rmt)