Home Berita Alamak! Lelah Kerja Alasan Ayah di Benda Bunuh Bayi 4 Bulan

Alamak! Lelah Kerja Alasan Ayah di Benda Bunuh Bayi 4 Bulan

0

Lelah setelah bekerja dan tekanan ekonomi menjadi alasan seorang ayah, Slamet M. Nurdin tega melakukan penganiayaan hingga menyebabkan kematian anaknya, MS yang baru berusia 4 bulan.

Dari hasil otopsi yang dilakukan, Korban mengalami retak tulang punggung dan lebam di bagian dada akibat pukulan benda tumpul.

Peristiwa yang menyayat hati itu terjadi di rumah kontrakan pelaku yang ditinggali korban dan ibu pelaku di Kampung Bulak Kambing, Kelurahan Pajang ,Kecamatan Benda Kota Tangerang, Rabu petang (6/2) kemaren.

“Korban yang terus menangis membuat pelaku emosi dan memukul dada dan perut korban sementara ibu korban sedang melayani pembeli di warung miliknya,” kata Kombes Pol Abdul Karim, Kapolres Metro Tangerang, Jumat (8/2).

Meninggalnya korban sendiri diketahui oleh ibunya saat melihat bayinya terdiam di ayunan setelah dipukul ayahnya.

“Kemudian korban dibawa ke RSUD Kalideres, sayang nyawanya tidak dapat tertolong,” jelasnya lagi.

Sementara itu , pelaku yang sehari-hari bekerja serabutan di kawasan pergudangan Benda tersebut  mengaku perbuatannya itu dilakukan karena kesal karena anak pertamanya itu terus menangis saat bersamanya.

Pelaku yang terihat menyesali perbuatannya itu juga mengakui kerap melakukan pemukulan terhadap anaknya.

Salah satunya, retak tulang punggung korban, juga akibat pukulannya 3 hari sebelumnya.

Untuk mempertanggung jawabkan tindakannya, pelaku saat ini ditahan dan terancam hukuman penjara selama 15 tahun sesuai pasal 76 C UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dari lokasi kejadian, anggota Reskrim bersama tim Reaksi Cepat Polwan Polrestro Tangerang, Srikandi Cisadane mengamankan barang bukti berupa baju dan celana bayi termasuk kain ayunan yang dikenakan korban saat terjadinya peristiwa memilukan itu.

Sementara, jenazah  korban sudah dibawa ibunyavke kampung halamannya di Lampung untuk dimakamkan. (Adr)