Home Bandara Tarif Penerbangan Belum Stabil, Airnav Indonesia Catat Pergerakan Pesawat Menurun

Tarif Penerbangan Belum Stabil, Airnav Indonesia Catat Pergerakan Pesawat Menurun

0
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau Airnav Indonesia cabang
Jakarta Air Traffic Services Center (JATSC) mencatat penurunan jumlah pergerakan (movement) pesawat di ruang udara Indonesia bagian barat dan tengah.

Deputi General Manager Perencanaan dan Evaluasi Operasi Airnav Indonesia cabang JATSC, Suryadi mengatakan, tarif penerbangan menjadi salah satu faktor penurunan movement pesawat di Indonesia bagian barat.

“Sekarang ini mungkin dengan kondisi yang kemarin ada peningkatan tarif dan sebagainya ada faktor-faktor lain pergerakan agak berkurang. Kalau kemarin mentok sampai 1000 lebih movement per jam. Bahkan hari kemarin itu 950 lebih. Jadi sekarang antara 900 sampai seribuan pergerakan,” kata Suryadi di Bandara Soetta, Tangerang, Minggu (21/4/2019).

Menurut Suryadi, sebelumnya JATSC mencatat pergerakan pesawat mencapai 1.200 per jam. Bahkan katanya, ketika peak season seperti lebaran pergerakan pesawat mencapai 1.400 per jam baik take off maupun landing.

“Jadi kemarin tahun sebelumnya 1.400 pergerakan khususnya di peak season. Di Nataru kemarin itu kita (mencatat) sampai 1.359 traffic per jam di JATSC ini,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Suryadi, dengan kondisi low season tersebut pihaknya tetap meningkatkan pelayanan dan keselamatan (safety).

“Jadi dengan kondisi traffic yang low, artinya bukannya nyantai tetapi lebih bisa memberikan pelayanan lebih bagus lagi,” imbuhnya.

“Terus terang kita yang namanya insiden itu tidak mengenal traffic ramai dan sepi. Kadang- kadang sepi ada insiden juga. Tapi yang jelas dalam hal ini khususnya mentalitas dalam sisi kondisi fit lebih enak dengan kondisi traffic semacam ini,” pungkas Suryadi.

Untuk diketahui, JATSC yang berbasis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini merupakan pengelola arus lalu lintas udara atau Flight Information Region (FIR) barat Indonesia. (Rmt)