Beranda Berita Oding, Maju Cakades Panggejahan Ingin Perubahan Lebih Baik

Oding, Maju Cakades Panggejahan Ingin Perubahan Lebih Baik

0

Oding Syarifudin, Staf Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang, yang akrab disapa Oding ikut maju menjadi calon Kepala Desa Pagenjahan, Kecamatan Kronjo 17 Nopember 2019 mendatang.

Tekad dan niat untuk maju calon Kepala Desa, semata-mata karena keperihatinannya melihat kondisi Desa Pagenjahan dengan Problematika permasalahan. Hal ini juga atas petunjuk dan dorongan baik tokoh masyarakat, pemuda, bahkan para tokoh agama setempat, dan ini bukan karena ambisi semata.

“Maju dipilkades semata-mata dorongan dari semua pihak bukan ambisi pribadi,” terang Oding.

Dari hasil pertemuan dari berbagai elemen masyarakat dan berdasarkan hasil musyawarah para tokoh agama diantaranya, Ustadz Hanafi, Ustadz Nabri Anhari, Ustadz Jumrodi, bahkan dua tokoh agama Ustadz Suhedi dari Kosambi Dalem, dan KH. Jamil dari Sasak Mekar baru, mereka siap mendukung dan memperjuangkan Oding Syarifudin menjadi Kepala Desa Pagenjahan.

“Siapa pun asal warga negara Indonesia atau masyarakat Desa Pagenjahan itu sendiri, boleh mendaftarkan dan mencalon diri menjadi Kepala Desa,” kata Ustadz Jumrodi.

Lanjut Oding, masa depan sebuah daerah atau Desa yang baik tentu saja ditentukan dari seberapa baiknya masyarakat dalam memanfaatkan momen pilkades sehingga mendapatkan seorang pemimpin yang memang benar-benar berkualitas itu sulit sekali.

“Cari Kades yang berkualitas dalam memimpin desa sanget sulit,” jelasnya.

Dikatakannya, dirinya akan mendedikasikan semua ini  semata-mata untuk berbuat demi masyarakat dan bekerja dengan tulus, mengabdi untuk masyarakat Pagenjahan. Dia juga akan selalu membuka diri, untuk kritik serta saran yang sifatnya untuk membangun, baik dari tokoh agama, tokoh Pemuda,dan tokoh masyarakat.

“Saya akan membuka diri menerima kritik dan saran demi pagenjahan yang lebih baik,” imbuhnya.

Harapannya silahkan masyarakat Pagenjahan untuk memilih dan menentukan Calon Kepala Desanya, yang mana saja, karena semuanya adalah putra-putra terbaik, juga sebuah bentuk dari berdemokrasi di tingkat desa.

“Siapa pun kades yang terpilih itulah putra terbaik pagenjahan,” pungkasnya.(Sam)