Home Berita Dishub Tangkab: 2020, Pemangkasan Anggaran PJU Besar

Dishub Tangkab: 2020, Pemangkasan Anggaran PJU Besar

0

Tahun 2020 mendatang, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) belum bisa dipasang secara merata, karena terkendala oleh rasionalisasi anggaran atau pemangkasan anggaran yang cukup besar.

“Memang sudah banyak yang mengajukan PJU, cuma kan kita kan dirasionalisasi. Dan rasionalisasi anggarannya juga cukup besar untuk PJU, karena PJU ini paling besar untuk bayar listriknya saja 1 tahunnya 20 Miliar, Cuma ini pemangkasan anggarannya gede banget, makanya ini saya juga pusing,” kata Kadishub Tangerang Kabupaten (Tangkab), Agus Suryana, Selasa (22/10/2019).

Menurut Agus, di tahun 2020 mendatang, PJU belum bisa dipasang secara merata di seluruh jalan Kabupaten Tangerang, karena keterbatasan anggaran. Maka pihaknya akan memprioritaskan wilayah Central Ekonomi, Pusat Pemerintahan, dan Pusat Kegiatan, Agus mengaku dirinya sangat kewalahan dengan permintaan PJU yang cukup banyak.

“Coba tanyakan ke Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, PJU itu kan kepentingan dasar. Cuma ini kan dirasionalisasinya besar banget. Jadi untuk tahun depan karena keterbatasan anggaran, otomatis kita memasang PJU berdasarkan skala prioritas, yaitu di jalan-jalan Kabupaten Tangerang yang sering dilalui, pusat-pusat pemerintahan, dan pusat perbelanjaan saja, itupun belum semua, makanya ini pusing permintaan banyak sekali, “ tambahnya.

Agus mengatakan, untuk saat ini Dinas Perhubungan Tangkab belum bisa menentukan kecamatan mana saja yang akan dipasang PJU, karena pihaknya masih dalam penyusunan Rancangan Kegiatan Anggaran (RKA), sehingga belum mengacu kepada titik pemasangan.

Dia juga menghimbau agar Lurah/Kades dan Camat membuat surat kepadanya jika wilayahnya kekurangan PJU.

“Kita lagi menyesuakan dulu anggaran yang diterima berapa, terus harga titik lampu berapa, lalu kemampuannya berapa ratus titik. Kalau sudah ketahuan mampunya berapa ratus titik, barulah kita ke lokasi-lokasi, pada prinsipnya kita maksimalkan, untuk lurah/kades, atau camat kirim surat kepada saya saja, mumpung saya jadi kadisnya, “ katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Kecamatan Pakuhaji, Yandri Permana mengatakan, Jalan Raya Pakuhaji yang dimulai dari Pasar Pakuhaji sampai dengan pertigaan gardu Desa Kramat, sudah 3 tahun kondisinya selalu gelap gulita di malam hari. Dikarenakan tidak ada Penerangan Jalan Umum (PJU).

Padahal, menurut Yandri, setiap tahun dalam acara Musrenbang, pihaknya sudah sering mengajukan atau mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, agar jalan Raya Pakuhaji ini dipasang PJU, karena jalan tersebut sering dilalui oleh masyarakat. Pasalnya Jalan Raya Pakuhaji merupakan jalan yang menghubungkan Kecamatan Pakuhaji dengan Sepatan dan Sukadiri.

“Sejak saya tugas dari tahun 2017 di Pakuhaji, Jalan Raya Pakuhaji mulai dari pasar sampai pertigaan Gardu Kramat itu gelap sekali kalau malam, karena tidak ada PJU. Menurut keterangan staff Ekbang Kecamatan Pakuhaji, bahwa setiap kali dilakukan Musrenbang selalu diusulkan. Pada Musrenbang 2019 pun sudah kami usulkan agar di tahun 2020 bisa direalisasikan, karena sangat penting. Itu jalan utama dan rawan kecelakaan,” katanya. (Sam)