Beranda Berita Warga Budi Mulya Cikupa Harapkan Pemilik Galian Buatkan Turab

Warga Budi Mulya Cikupa Harapkan Pemilik Galian Buatkan Turab

0

Warga Kampung Ciapus RT 02/02, Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa keluhkan bekas galian yang ada di kampungnya, karena kerukan bekas galian tersebut membuat tanah menjadi tebing-tebing tinggi yang mencapai 5 meter. Warga khawatir akan terjadi longsor jika musim hujan tiba, maka diharapkan pemilik galian bertanggung jawab dengan membuat turab.

Salah satu warga Kampung Ciapus RT 02/RW02, Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, Winah (50) mengatakan, sebelumnya pernah ada galian tanah di belakang rumahnya, namun saat ini sudah berhenti aktivitas galian tanah tersebut.

“Sudah beberapa bulan ini aktivitasnya sudah berhenti, lokasinya tepat di belakang rumah saya, cuma bekas galiannya ini kan membentuk tebing tinggi, jadi sangat riskan longsor, ” kata Winah, Senin (28/10/2019).

Menurut Winah, masyarakat sekitar sangat resah dengan tebing bekas galian tersebut. Pasalnya jika musim penghujan tiba, rumah yang berada disekitar bekas galian itu bisa ambruk semua, karena jarak dari rumah ke tebing jurang hanya sekitar 1 sampai 2 meter saja.

“Kemarin sempat gerimis, sebagian tanah dibelakang rumah saya ada yang longsor. Lalu anak buah sipemilik galian langsung membuat turab dari bambu, itupun dibagian yang longsor saja, tapi gimana nanti kalau hujan deras, rumah kami bisa ambruk semua ini,” ucapnya.

Winah mengatakan, dia sudah menemui pemilik galian itu, dan meminta agar sipemilik galian membuat turab dari beton agar tanah tebing bekas galian itu tidak longsor, namun sampai saat ini tidak turab yang diminta masyarakat tidak ada sama sekali. Winah berharap Pemerintah menegur pemilik galian, agar segera membangun turab

“Pemilik galiannya Haji Mulyadi, saya pribadi sudah menemui beliau dan memberitahukan kondisi tanah di Kampung Ciapus ini. Haji Mulyadi sempat kesini, melihat langsung, tetapi hanya dilihat saja tanpa ada tindakan, kalau sama pemerintah memang belum bilang, tapi saya berharap kecamatan bisa menegur pemilik galian itu,” harapnya.

Senada, Surkana (53) menambahkan, jika terjadi longsor ada puluhan rumah yang hancur dan puluhan keluarga yang akan merasakan kerugian. Menurut Surkana, tebing bekas galian tersebut tingginya mencapai 5 meter. Dia berharap Pemerintah Setempat bisa bertindak tegas kepada pemilik lahan galian tersebut.

“Memang yang digali bukan tanah kita, tetapi jika kondisinya seperti ini, kita juga merasakan kerugian, apalagi jika sampai longsor, kemungkinan ada puluhan rumah bisa hancur, semoga ada ketegasan dari pihak Pemerintah kepada pemilik tanah galian tersebut, ” harapnya. (Sam)