Home Berita Puluhan Massa Aksi Minta PT. PITS Dibubarkan

Puluhan Massa Aksi Minta PT. PITS Dibubarkan

0

Puluhan warga yang tergabung dalam Presidium Pemantau Pengawas Pembangunan Tangerang Raya (P4TRA) menggelar aksi massa di depan kantor Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) menuntut agar PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) dibubarkan, Kamis (20/2/2020).

P4TRA menilai perusahaan BUMD milik Tangsel itu tidak transparan terkait keuangan sejak 4 tahun selama berdiri. Padahal menurut Syaiful, selama empat tahun ini PT PITS sudah menyerap Anggaran Pendapatan Belanja daerah (APBD) Kota Tangsel hampir Rp 100 miliar.

“Dikemanakan anggaran sebanyak itu? Harusnya anggaran yang disediakan oleh Pemkot Tangsel dalam hal penyertaan modal itu idealnya sudah bisa mendobrak APBD Tangsel. Kan begitu seharusnya kinerja BUMD, jangan cuma menyerap anggaran untuk modal saja, tapi harus bertanggung jawab juga dengan pertumbuhan APBD,” ujar Syaiful saat orasi di depan gedung Pemkot Tangsel.

Kalau bicara rugi, lanjut Syaiful, PT PITS harusnya bisa memberikan laporan pertanggung jawaban sehingga dapat dianalisa dan kemudian dicarikan jalan keluarnya.

“Selama ini ‘kan engga, bicaranya rugi terus. Padahal PT PITS membeli air dari PDAM TKR Kabupaten Tangerang kemudian dijual pada warga Tangsel dengan harga yang lebih mahal. Jadi mana mungkin rugi, Kalau memang rugi ya mending bubarkan saja, lumayankan menghemat APBD Kota Tangsel,” ujar syaiful.

Aksi massa sempat membuat kemacetan di depan kantor walikota Tangsel lantaran para pengguna jalan perlahan mengendarai kendaraannya sambil membaca spanduk dan poster yang dibawa pengunjuk rasa yang bertuliskan tuntutan dari massa aksi P4TRA.

Aksi Massa meminta perwakilan Pemkot Tangsel untuk menemui dan berdiskusi terkait persoalan yang terjadi pada PT PITS. Sejumlah aparat keamanan juga terlihat ketat dalam pengawalan aksi massa dari P4TRA. Satuan polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Tangsel dan Kepolisian yang berjaga tak bisa memediasi massa aksi untuk bertemu dengan pihak Pemkot Tangsel.

Aksi massa yang berjalan selama 2 jam akhirnya tidak diindahkan oleh Pemkot Tangsel yang enggan menemui massa aksi dari P4TRA. Dengan terpaksa massa aksi membubarkan diri secara tertib dan melanjutkan aksinya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel. (Ris/tgr)