Home Berita TKSK dan BPPKB di Sepatan Kawal Pendistribusian BSP Covid-19

TKSK dan BPPKB di Sepatan Kawal Pendistribusian BSP Covid-19

0

Bantuan sosial bagi warga yang terdampak Pandemi Covid-19 terus mengalir. Namun bagi keluarga penerima manpaat (KPM) yang sudah meninggal dapat di ambil oleh ahli warisnya. Kamis (25/6/2020).

TKSK Kecamatan Sepatan Hilman mengatakan, distribusi Bantuan pangan sosial (BSP) dan pembagian kartu KKS kali ini bagi warga yang sudah meninggal dapat diambil oleh ahli warisnya. Dan distribusi KKS bagi KPM yang tidak hadir didesa beberapa waktu lalu.

“KPM yang telah meninggal diwakili oleh ahli waris dengan menyertai persyaratan seperti, surat kematian,
surat keterangan waris, surat kuasa waris, KK yang tercantum nama ahli waris dan KTP ahli waris. Sedangkan, pengambilan KKS dan buku tabungan tidak bisa d wakilkan bagi yang bukan meninggal,” terangnya.

Hilman menambahkan, BSP Pandemi Covid-19 yang hari ini disalurkan ada 181 KPM, namun untuk yang meninggal cuma satu kali mendapatkan satu paket sembako. Lalu buku tabungan dan kartu ATM nya akan ditarik kembali oleh pihak Bank BRI.

“Ada 58 ahli waris yang mengambil paket sembako, saya juga mengucapkan terimakasi kepada pihak bank bri yang sudah mau menjadwal ulang penyaluran BSP Covid-19,” ucapnya.

Ketua DPAC BPPKB Kecamatan Sepatan Mumin mengatakan, Ormas BPPKB Banten dalam hal ini mengawal pendistribusian penyaluraran KKS BSP yang terdampak Covid-19.

“Kami bekerjasama dengan TKSK agar penyaluran ini aman dan kondusif,” ucapnya.

Siti Maemunah penerima manpaat warga Kampung Sepatan Dukuh RT01/01, Kelurahan Sepatan mewakili suhanah (almarhum) mengatakan, Saya berharap pihak Bank BRI tidak terlalu terpaku oleh SOP.

“Kami para ahli waris sangat terdampak oleh pandemic covid-19, namun sembako yang d berikan hanya satu kali pencairan, kami mohon kepada pihak kemensos dan BRI di kaji lagi aturannya supaya para ahli waris mendapatkan hak yang sama seperti yang lainnya,” inginnya.

Sementara itu perwakilan dari pihak Bank BRI Unit Sepatan Rizki mengatakan, untuk KPM ahli waris tetep mendapatkan satu kali paket sembako dan ini sesuai aturan yang ada. Tetapi nama dibuku tersebut nanti akan diusulkan di ganti oleh si ahli waris.

“Kita akan usulkan dulu nama pengganti ahli waris,” terangnya.(Sam)